Siap Tampung 264 Siswa Miskin, Pemprov Jateng Buka Sekolah Boarding Gratis

Maret 15, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jawa Tengah (Jateng) siap menerima peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. Sekolah boarding gratis tersebut siap menampung 264 siswa kurang mampu dari seluruh wilayah Jateng.Kepala SMKN Jateng Semarang Yudi Wibowo mengatakan, berbeda dengan sekolah negeri lainnya, sekolah boarding dikhususkan bagi warga tidak mampu. Pendaftaran untuk SMKN boarding memang dilakukan sebelum pembukaan SMAN/SMKN se-Jateng. Tujuannya agar siswa yang tidak diterima bisa mendaftar di sekolah negeri non-boarding.Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman http://ppdb.smknjateng.sch.id/ mulai 1 Maret – 7 April 2019. Pada tahun ini, kuota penerimaan sebanyak 264 peserta didik yang terbagi dalam tiga sekolah. Yakni, kampus Semarang sebanyak 120 siswa, Pati 48 siswa, dan Purbalingga 96 siswa.Program keahlian yang tersedia di Kampus Semarang meliputi bisnis konstruksi dan properti, teknik elektronika industri, teknik instalasi tenaga listrik, teknik permesinan, teknik kendaraan ringan. Kampus Pati membuka jurusan agribisnis dan pengolahan hasil pertanian, dan teknik perbaikan bodi otomotif. Sementara, Kampus Purbalingga menyelenggarakan jurusan teknik permesinan dan teknik pengelasan.“Kuota tersebut diperebutkan ribuan pendaftar dari berbagai wilayah yang tersebar di Jawa Tengah,” ujarnya.Yudi memaparkan, calon peserta didik harus memenuhi kriteria berasal dari keluarga tidak mampu yang dibuktikan dengan Kartu Perlindungan Sosial  (KPS)/ Kartu Indonesia Pintar (KIP)/ Program Keluarga Harapan (PKH)/surat keterangan tidak mampu (SKTM). Mereka juga mesti memiliki potensi akademis dan nonakademis yang baik, berkelakuan baik, berminat melanjutkan sekolah, dan ada dukungan dari orang tua.“Untuk keterangan tidak mampu, kami juga minta mereka menyertakan foto rumah tinggal dan fotokopi rekening listrik atau bukti pembelian pulsa listrik satu bulan terakhir. Jangan coba-coba menipu atau mengakali karena tim kami juga akan turun langsung ke setiap rumah untuk memastikan calon siswa benar-benar tidak mampu,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI