Zonasi Kampanye Dibagi, Ini Kelebihan Jokowi versi Ganjar

Maret 8, 2019

SEMARANG, RAKYATJATENG – Calon presiden petahana Joko Widodo diyakini tidak akan menemu kesulitan berarti dengan pembagian zonasi kampanye yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain karena bahasa tubuhnya yang bersahaja, gaya komunikasi Jokowi dengan masyarakat juga tidak dimiliki oleh penantangnya, Prabowo Subianto.Menurut politisi PDIP Ganjar Pranowo kelebihan Paslon capres nomor 01 adalah soal kesederhanaan dan ketiadaan jarak dengan masyarakat. Kesederhanaan dan keramahan Jokowi, bagi Ganjar adalah jurus ampuh untuk menaklukkan hati masyarakat.”Pak Jokowi itu cukup senyum-senyum, salam-salaman ya kan. Itu lebih bisa dibaca dengan perasaan. Bahwa dia orang jujur, dia orang baik,” kata Ganjar, Jumat (8/3).Ganjar beranggapan, masyarakat lebih senang disentuh dengan bahasa tubuh yang lebih bersahabat. Tidak perlu dengan ungkapan yang muluk-muluk dan heroik apalagi dengan sandiwara-sandiwara.”Lebih love gitu, daripada dengan kalimat-kalimat heroik yang kadang-kadang kita tidak mengerti, itu pun sering salah itu. Tapi kalau kemudian orang bisa dipeluk, saya rasa pelukan itu jauh lebih banyak maknanya daripada kata yang berbuih-buih,” tegasnya.Terlebih melihat antusiasme masyarakat ketika melihat Jokowi berkunjung di manapun. Kehangatan Jokowi dalam berkomunikasi, membuat masyarakat tidak sungkan menyentuh atau bahkan mereka tidak takut untuk sekadar minta selfie.”Kemarin di Cilacap saja, empat ibu-ibu pingsan, hanya ingin berebut (foto),” katanya.Terkait zonasi itu, keputusan diambil lewat pengundian oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowo-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rabu (6/7) lalu. Pembagian zona ini nantinya akan bergantian dua hari sekali. Misalnya TKN pertama di zona B. Maka dua hari berikutnya di zona A. Berikut juga dengan BPN.Zona B sendiri meliputi wilayah, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Komentar