Walikota Ajak Istri ASN di Pemkot Semarang Perangi Gratifikasi dan Korupsi

Februari 21, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengajak para istri ASN di Pemerintah Kota Semarang untuk berperan memerangi gratifikasi dan korupsi. Hal tersebut untuk mengantisipasi setiap celah yang berpotensi menjadi pintu awal gratifikasi maupun korupsi.Hal itu diwujudkan melalui sosialisasi bersama para istri ASN yang terhimpun dalam organisasi Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita dengan menggandeng SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) Pusat, di Gedung Lokakrida, Komplek Balaikota Semarang, Rabu (20/2).Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, dilakukan pula pembacaan deklarasi Perempuan Anti Korupsi Kota Semarang yang dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang, Ana Agus Riyanto.”Di balik seorang pria hebat, ada istri yang hebat pula dan sebaliknya di balik suami yang tidak hebat, ada istri atau wanita yang merongrong suaminya itu,” ungkap Walikota Semarang yang juga akrab disapa saat membuka kegiatan yang langsung disambut tawa riuh peserta sosialisasi.”Karenanya, pasangan suami istri harus berjalan seiringan dan saling mendukung satu sama lain,” lanjut Hendi.Hendi menjelaskan bahwa saat ini roda pemerintahan terus didorong menuju pemerintahan yang transparan, terbuka, clear and good government.Oleh karena itu, saat ini sistem pemerintahan di Kota Semarang sudah dirancang untuk tidak ada celah untuk gratifikasi, sehingga di rumah jangan sampai digoda atau diributi berbagai keinginan yang tidak sesuai dengan kemampuan.Walikota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan itu menyakinkan bahwa istri memegang peran penting untuk selalu mengingatkan suami agar tidak tergoda untuk menerima gratifikasi.Maka dari itu, melalui sosialisasi yang dilakukan, harapannya para istri akan semakin tahu celah-celah gratifikasi sehingga akan lebih kuat berkomitmen untuk melawannya.

Komentar

VIDEO TERKINI