Hendi Serahkan Ribuan Sertifikat kepada Warga di 6 Kelurahan

Februari 10, 2019
Belum ada gambar

“Kita menginduk pada kebijakan pusat bahwa persoalan sertifikat ini menjadi suatu persoalan yang fundamental. Karena dari 126 juta baru bersertifikat 46 juta. Akhirnya ini menjadi program dengan timeline selesai pada 2025. Di Kota Semarang sendiri tinggal 9 persen jadi kami optimis akan selesai dalam waktu 3-4 tahun yang artinya lebih cepat dibandingkan target yang ditentukan,” ungkapnya.Sementara Plh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang Imam Sutaryono menyebutkan bahwa, Pemerintah akan mengoptimalkan program PTSL ini namun pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak sepenuhnya mengandalkan PTSL. “Bagi masyarakat yang mampu dapat secara mandiri datang dan mengurus ke BPN,” ujarnya.Pihaknya menambahkan bahwa adanya sebanyak 1.795 bidang tanah yang belum memperoleh sertifikat dikarenakan adanya sejumlah syarat yang tidak terpenuhi sepertitidak ada KRK, jika itu tanah warisan tidak ada surat keterangan waris dan surat kematian, serta KTP para ahli waris sementara kinerja PTSL memiliki waktu yang terbatas.”Mereka yang belum memenuhi syarat akan masuk kategori K3 dan akan ditingkatkan jadi k1 di tahun 2019. Ini bukan target tapi akan diselesaikan kami berharap masyarakat segera memenuhi persyaratan tersebut,” pungkasnya.Untuk tahun 2019 kantor pertanahan Kota Semarang mendapatkan alokasi target kegiatan PTSL sejumlah 5.000 bidang yang terdiri dari PTSL Prona sebanyak 4.700 bidang, PTSL-Lintor UMKM sebanyak 200 bidang dan PTSL-Lintor Nelayan sebanyak 100 bidang yang akan tersebar di 9 kecamatan dan 15 Kelurahan. Saat ini kegiatan PTSL sudah dalam tahap pendataan yuridis dan pengukuran bidang tanah pada beberapa kelurahan. (sen)

Komentar

VIDEO TERKINI