Waspadai Teror Pembakaran Kendaraan Berlanjut hingga Pemilu

Februari 8, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Teror pembakaran kendaraan di wilayah Semarang dan sekitarnya memang disebut tidak terkait dengan pemilu. Namun, kepolisian perlu mewaspadai bahwa teror bakal berlanjut. Bahkan hingga tahapan pemilu selesai.Hasil analisis dan evaluasi (anev) kepolisian menunjukkan adanya persamaan modus dan wilayah target sasaran pelaku teror pembakaran kendaraan dalam sebulan terakhir. Pelaku teror sengaja menyasar daerah perbatasan.Rekap kejadian Polres Kendal menunjukkan, Kecamatan Kaliwungu menjadi daerah yang paling rawan teror dengan jumlah tiga kejadian. Daerah tersebut merupakan perbatasan wilayah Kabupaten Kendal dengan Kecamatan Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang.Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita mengatakan, pihaknya sudah melakukan analisis untuk menunjang pengungkapan dan menangkap pelaku teror. “Kemungkinan akan ada TKP lain yang menjadi sasaran teror pembakaran berikutnya,” ujar Hamka kemarin.Dia mengungkapkan, minimnya pengamanan lingkungan kampung di Kendal menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. Misalnya, banyak perumahan yang tidak berportal. Ada juga perumahan yang memiliki portal, tapi tidak ditutup, serta masyarakat yang memarkir mobil di pinggir jalan.”Yang paling mendingan ada siskamling, tapi pukul 03.00 sudah tidak ada yang ronda sampai Subuh,” kata perwira dengan dua melati di pundak itu.Dalam rentang waktu 2 x 24 jam kemarin, situasi wilayah kondusif. Teror kali terakhir terjadi di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, pada Selasa dini hari (5/2). Sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi H 9474 DD nyaris hangus setelah dilempar kain berbalur minyak yang sudah dibakar.Kriminolog Universitas Diponegoro Nurochaeti menuturkan, para pelaku tentu sudah mempelajari kondisi wilayah yang akan dijadikan sasaran. Pengamanan di daerah pinggiran kurang ketat. Selain itu, jumlah personel yang bertugas sedikit serta fasilitas pendukung minim. “Titik lemah kondisi keamanan tersebut tentu menjadi pertimbangan para pelaku untuk melakukan aksi teror,” terang dia.

Komentar

VIDEO TERKINI