Ribuan Warga Padati Perayaan Imlek di Kompleks Pasar Gede Solo

Februari 4, 2019
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Ribuan warga memadati pusat puncak perayaan malam pergantian tahun baru Imlek di kompleks Pasar Gede Solo, Senin (4/2) malam. Para warga yang datang tidak hanya dari Solo, tetapi juga dari kota lainnya.Mereka sudah mulai berdatangan sejak sore hari. Dan terus membeludak seiring malam menjelang. Para warga yang datang tidak terbatas usia. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua.Meski rintik gerimis, tetapi tidak mengurangi antusiasme warga. Ada yang membawa pacarnya, teman, dan juga keluarganya. Selain menikmati suasana malam pergantian tahun, warga juga menyempatkan untuk berswafoto. Ribuan lampion dan juga lampion shio menjadi latar yang cukup bagus untuk berswafoto.Lampion shio ditempatkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman atau depan kompleks Balai Kota Solo. Di sepanjang jalan tersebut ribuan warga sudah mengular. Salah seorang pengunjung, Andreas, 30, mengungkapkan, malam perayaan pergantian tahun baru Imlek memang cukup meriah. Akan tetapi, ditiadakannya kembang api jelas mengurangi kemeriahan perayaan Imlek.”Saya sudah datang sejak pukul 19.30 WIB, tetapi karena kembang api sudah ditiadakan jelas mengurangi kemeriahan. Kalau cuma dengan lampion, sudah biasa,” ungkapnya kepada JawaPos.com.Adreas datang bersama dengan istrinya Hani, 29, dan kedua putranya Aga, 8 dan Ila, 3,5. Meski kurang meriah, tetapi, Andreas berharap ke depannya perayaan bisa diatur lagi agar lebih baik.Menurutnya, penataan kali ini terkesan asal-asalan.”Saya setiap tahun baru Imlek datang ke sini, tapi kali ini mungkin yang perlu diperbaiki adalah penataannya saja. Menurut saya kurang bagus,” katanya.Hal yang sama diungkapkan oleh salah seorang warga Karanganyar, Safa, 28. Safa datang bersama anggota keluarganya. Ia memang sengaja datang untuk menikmati malam pergantian tahun baru Tionghoa tersebut.

Komentar

VIDEO TERKINI