Bareskrim Polri Turun Kejar Pelaku Teror Bakar Kendaraan di Semarang

SEMARANG, RAKYATJATENG - Bareskrim Polri turun tangan membantu penyelidikan teror yang terjadi di Jawa Tengah. Adapun sejak beberapa hari lalu, warga di wilayah tersebut mendapati kendaraannya dibakar orang tidak dikenal. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, setidaknya ada 23 kasus pembakaran mobil dan motor yang diterima wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Diduga, pelaku sudah mempersiapkan aksinya. "Tentunya upaya penyelidikan tidak gampang, karena pelakunya diduga sangat mempersiapkan ini," ujarnya di Universitas Indonesia, Depok, Senin (4/1). Kendati sudah dipersiapkan dengan matang, Iqbal yakin bahwa kejahatan tidak ada yang sempurna. Karenanya, Polda Jateng dibackup Bareskrim Polro melakukan penyelidikan, pendalaman, dan pengumpulan semua alat bukti untuk mengungkap pelakunya. "Pengumpulan CCTV, apakah ada korelasinya antara korban dengan pelaku, apakah ini spontan, by desain dan lain-lain. Doakan saja kita sedang bekerja," tutur Iqbal. Mantan Wakapolda Jawa Timur itu meminta masyarakat mempercayakan kepada kepolisian untuk pengungkapan kasus ini. Masyarakat juga diminta tidak resah dan melakukan aktivitas seperti biasa. Apalagi, kondisi Jawa Timur sejatinya saat ini tetap dalam keadaan aman dan kondusif. "Buktinya masyarakat tetap melakukan kegiatan, berekonomi, beribadah, berpendidikan, dan lain-lain," pungkas Iqbal. Berdasar data Jawa Pos Radar Semarang, hingga Kamis lalu telah terjadi tujuh kasus kebakaran mobil di Kabupaten Kendal. Sedangkan di Kota Semarang ada 13 kasus pembakaran kendaraan. Sementara di Kabupaten Semarang, kasus kebakaran terjadi pada Rabu (30/1) sekitar pukul 03.30. Lokasinya di Jalan Panasan II Nomor 2, RT 01 RW 11, Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur. Dua sepeda motor yang terbakar adalah Honda Beat bernopol H 4756 BK dan H 2585 AKC. Dari keterangan saksi, mayoritas kasus menggunakan cara seperti melempar bom molotov. Yakni, kain putih dimasukkan ke dalam botol plastik berisi cairan mudah terbakar. Kain putih itu berfungsi sebagai sumbu yang dibakar ujungnya. Selain itu, mobil-mobil yang terbakar rata-rata terparkir di teras halaman rumah. Waktu kejadiannya pun hampir sama, yakni dini hari menjelang subuh. (JPC)

SEMARANG, RAKYATJATENG – Bareskrim Polri turun tangan membantu penyelidikan teror yang terjadi di Jawa Tengah. Adapun sejak beberapa hari lalu, warga di wilayah tersebut mendapati kendaraannya dibakar orang tidak dikenal.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, setidaknya ada 23 kasus pembakaran mobil dan motor yang diterima wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Diduga, pelaku sudah mempersiapkan aksinya.

“Tentunya upaya penyelidikan tidak gampang, karena pelakunya diduga sangat mempersiapkan ini,” ujarnya di Universitas Indonesia, Depok, Senin (4/1).

Kendati sudah dipersiapkan dengan matang, Iqbal yakin bahwa kejahatan tidak ada yang sempurna. Karenanya, Polda Jateng dibackup Bareskrim Polro melakukan penyelidikan, pendalaman, dan pengumpulan semua alat bukti untuk mengungkap pelakunya.

“Pengumpulan CCTV, apakah ada korelasinya antara korban dengan pelaku, apakah ini spontan, by desain dan lain-lain. Doakan saja kita sedang bekerja,” tutur Iqbal.

Mantan Wakapolda Jawa Timur itu meminta masyarakat mempercayakan kepada kepolisian untuk pengungkapan kasus ini. Masyarakat juga diminta tidak resah dan melakukan aktivitas seperti biasa.

Apalagi, kondisi Jawa Timur sejatinya saat ini tetap dalam keadaan aman dan kondusif. “Buktinya masyarakat tetap melakukan kegiatan, berekonomi, beribadah, berpendidikan, dan lain-lain,” pungkas Iqbal.

Berdasar data Jawa Pos Radar Semarang, hingga Kamis lalu telah terjadi tujuh kasus kebakaran mobil di Kabupaten Kendal. Sedangkan di Kota Semarang ada 13 kasus pembakaran kendaraan.

Sementara di Kabupaten Semarang, kasus kebakaran terjadi pada Rabu (30/1) sekitar pukul 03.30. Lokasinya di Jalan Panasan II Nomor 2, RT 01 RW 11, Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur. Dua sepeda motor yang terbakar adalah Honda Beat bernopol H 4756 BK dan H 2585 AKC.

Dari keterangan saksi, mayoritas kasus menggunakan cara seperti melempar bom molotov. Yakni, kain putih dimasukkan ke dalam botol plastik berisi cairan mudah terbakar. Kain putih itu berfungsi sebagai sumbu yang dibakar ujungnya. Selain itu, mobil-mobil yang terbakar rata-rata terparkir di teras halaman rumah. Waktu kejadiannya pun hampir sama, yakni dini hari menjelang subuh. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono