Tol Solo-Jogja Diharapkan Tak Pangkas Lahan Hijau

Januari 29, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – DPRD Jawa Tengah (Jateng) memiliki harapan besar terkait proyek Tol Solo-Jogjakarta. Proyek infrastruktur tersebut diharapkan digarap di atas lahan kering dan tidak memangkas lahan hijau. Artinya, proyek tidak sampai berdampak pada produksi pangan.”Tol ini kan memang kami butuhkan, harus ada. Tapi untuk lewat ke mana, kami harus bijak memilih. Jangan melewati lahan pertanian lestari atau situs budaya yang ada seperti Candi Prambanan,” kata Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi saat dijumpai di Wisma Perdamaian, Selasa (29/1).Seperti diketahui, penyusunan jalur Tol Solo-Jogja sudah rampung. Sesuai konsep, rute infrastruktur penghubung antarprovinsi itu batal melintasi kawasan cagar budaya di Jateng dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).Susunan trase juga sudah ditunjukkan ke pemerintah kabupaten/kota yang dilintasi tol. Meliputi Kabupaten Boyolali, Karanganyar, dan Klaten. selanjutnya akan diminta persetujuan dari masing-masing pemda apakah rutenya sudah sesuai. Dalam artian tak menyalahi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kota dan izin lingkungan. Sebelum nantinya dilakukan penetapan lokasi.Selain itu, susunan trase diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota agar bisa dinilai apakah keberadaan tol sudah sesuai dengan kebutuhan daerah. Misalnya, pemerintah daerah bisa mengusulkan exit tol di salah satu ruas atau rest area. “Sawah-sawah produktif kalau bisa jangan berkurang. Itu kan Klaten dan sebagainya bagus sekali. Harus tidak boleh dilewati,” ujar Rukma.Rukma memastikan sudah menelaah rencana tata ruang wilayah (RTRW) pembangunan jalan Tol Solo-Jogja. Sekaligus Sudah dikaji dan dievaluasikan ke Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).”Sudah kami evaluasi ke mereka. Tetapi sampai saat ini belum selesai. Padahal kami membuat RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Kalau RTRW belum jadi, ya nggak mungkin,” imbuh Politikus PDIP itu.

Komentar

VIDEO TERKINI