Tiga Kasus Anak Tenggelam, Ada Yang Mengapung di Bak Mandi

Januari 22, 2019
Belum ada gambar

JEPARA, RAKYATJATENG – Bagi orang tua perlu lebih mengawasi anaknya, agar tak terjadi hal-hal yang diinginkan. Seperti tiga peristiwa anak yang tenggelam sejak Minggu (20/1) hingga kemarin ini. Dua anak tenggelam di sungai dan satu di bak mandi.Peristiwa pertama dialami Aris, 17, yang tenggelam di Kali Pedut, Desa Klepu, Keling, pada Minggu (20/1) lalu. Korban baru ditemukan pukul 07.14 kemarin dalam keadaan meninggal dunia. Tiga jam kemudian, disusul peristiwa tenggelamnya Lailatul Selfina Fila, 3,5, di sungai Desa Bulungan, Pakisaji. Korban ditemukan warga pukul 11.00 kemarin.Pencarian korban Aris melibatkan tim penyelam. ”Kami kerahkan tim penyelam MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan berhasil menemukan korban. Namun dalam kondisi meninggal dunia. Saat itu, jasad korban berada di kedalaman lima meter,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto.Arwin menjelaskan, korban merupakan warga Desa Klepu, Keling. Awalnya, korban bersama empat rekannya memancing. Setelah itu, bermain air di sungai menggunakan ban bekas. Nahas, korban diduga terpeleset dan tak dapat berenang. Kemudian hanyut dan tenggelam di sungai yang terletak di Dukuh Krajan, Desa Klepu, Keling. Kedalaman sungai itu, antara 5 sampai 7 meter.”Petugas gabungan sudah mulai pencarian sejak Minggu (20/1) hingga hari ini (kemarin, Red) setelah mendapat laporan. Pencarian sempat dihentikan karena terkendala penerangan di malam hari,” paparnya.Namun, petugas kembali memutuskan kembali melakukan pencarian malam hari sekitar pukul 22.00. Baru kemarin 07.15 korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. ”Usai dibawa ke tepi sungai, korban langsung dibawa ke rumah duka,” tandasnya.Kejadian lain, Lailatul Selfina Fila, 3,5, tewas juga akibat terpeleset dan tenggelam di sungai. Awalnya dia bermain bersama temannya, Soleh, 6, di pinggir Sungai Nggoak Desa Bulungan, Pakisaji, sekitar pukul 10.30. Sungai itu yang memiliki kedalam 2-3 meter.Setelah melihat korban, Soleh pulang ke rumah untuk memberitahu keluarganya. Selanjutnya, warga mengikutinya. Di pinggir sungai ditemukan sandal korban. Selanjutnya warga melakukan pencarian. Korban berhasil ditemukan Sodikun, 45, dan Matsuri, 60. ”Lokasi penemuannya 100 meter dari tempat terpeleset korban,” kata Sodikun.Satu korban tewas tenggelam, RR, 11, seorang remaja warga Desa Bringin, Batealit. Dia ditemukan meninggal dunia di dalam bak mandi rumahnya kemarin malam. Saat kejadian, kedua orang tua korban sedang bekerja. Tidak diketahui secara pasti penyebab kematian remaja itu.Korban diketahui sudah tak bernyawa oleh tetangga korban, Siti Mukaromah, 30. Awalnya Mukaromah mencari korban di rumahnya. RR dipanggil-panggil beberap kali, tapi tak menjawab. Kemudian Mukaromah mengecek ruangan rumah korban satu persatu. Ketika di depan kamar mandi, pintu dalam keadaan tertutup.Saat membuka pintu kamar mandi, Mukaromah terkejut. Dia melihat RR sudah dalam keadaan terapung di bak mandi. Dengan keadaan panik dan bingung, ia berteriak minta tolong. Tetangga lain, Kumisih, 50, yang mendengar teriakan Mukaromah datang. Kemudian melaporkan kejadian ini, kepada aparat desa setempat. Bersama pihak terkait, akhirnya korban dibawa ke Puskesmas Batealit untuk diperiksa.”Dari hasil pemeriksaan, tim medis menyatakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban mengalami luka lecet pada jari jempol kanan dan mulut mengeluarkan busa karena paru-paru terisi air,” ujar Kapolsek Batealit AKP I Nyoman Garma. Hasil olah kejadian perkara, korban meninggal di bak mandi yang memiliki tinggi 130 cm,  lebar 150 cm, dan panjang 1 meter.”Kami mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati dan selalu mengawasi anaknya. Bila perlu dititipkan kepada saudaranya terdekat jika ditinggal bekerja. Dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.(ks/war/lin/top/JPR)

Komentar

VIDEO TERKINI