BRT Trans Jateng Kutoarjo-Borobudur Mengaspal 2020

Desember 29, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melalui Dinas Perhubungannya berencana meluncurkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng trayek Kutoarjo-Borobudur. Rencananya, angkutan ini bakal mengaspal pada 2020 mendatang.Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jateng, Ginaryo menjelaskan, saat ini survey awal untuk BRT Kutoarjo-Borobudur telah selesai. Dibahas melalui pematangan aglomerasi angkutan kawasan Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, kab/kota Magelang, Temanggung).”Rencananya tahun 2020 diluncurkan. 2019 nanti baru ada pendetailan DED (Detail Engineering Design). Untuk mendalami butuh berapa armada dan haltenya,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (30/12).Dalam study awal itu, dibahas pula mengenai rute yang rencananya bakal dilalui. Ginaryo menjabarkan, jalurnya antara lain dari Stasiun Kutoarjo, Jalan Raya Kutoarjo-Purworejo, masuk area kota melintasi area Alun-alun Purworejo, kemudian langsung masuk ke arah Purworejo-Salaman dan sampai ke kawasan Candi Borobudur.”Kurang lebih butuh 20an unit (BRT). Oktober-Desember 2019 nanti kita sosialisasi kepada para pengusaha angkutan yang trayeknya berhimpit sama BRT Kutoarjo-Borobudur itu. Karena kita pakai pola scrapping lagi,” terangnya.Pola scrapping ini sendiri sebagaimana diketahui adalah metode peleburan sejumlah angkutan menjadi satu unit BRT. Jadi, pengadaan armada melalui pembelian layanan, bukan kendaraan. Sehingga, dipastikan tidak ada penggusuran perusahaan angkutan. Cara ini juga diterapkan untuk pengadaan beberapa layanan Trans Jateng, salah satunya Semarang-Demak yang rencananya meluncur tahun depan.”Nanti tinggal tergantung di trayek itu ada berapa pengusaha atau operator. Ditunjukknya melalui proses lelang, tinggal pengusaha Purworejo berapa, dari Kabupaten Magelang berapa yang mau ikut,” tegasnya.Disinggung mengenai maksud pengadaan angkutan BRT Transjateng Kutoarjo-Borobudur, Ginaryo menegaskan, garis besarnya untuk tujuan pariwisata. Tapi tak menutup kemungkinan mengakomodasi para pekerja yang memang nglaju tiap harinya.

Komentar

VIDEO TERKINI