Wawali: Kota Lama Semarang Mampu Berdiri Tegak dan Tangguh

November 6, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Setelah serangkaian lokakarya yang diadakan di Kota Lama baik dalam tingkat lokal, nasional maupun internasional terkait upaya Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang didanai oleh UNESCO dan Malaysia Funds-in-Trust (MFIT) serta bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang dan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang akhirnya meluncurkan buku pengembangan strategi PRB Kawasan Kota Lama.Buku tersebut memuat langkah-langkah penting cara mengatasi bencana yang mungkin terjadi di sekitar Kawasan Kota Lama. Serta pihak-pihak mana saja yang terlibat dan berperan penting dalam upaya pencegahan ini.Peluncuran buku tersebut juga merupakan salah satu upaya mendukung Kota Lama Semarang untuk menjadi Kota Pusaka Warisan Dunia tahun 2020. Hasil dari seluruh lokakarya yang telah terlaksana menunjukkan mendesaknya upaya sinergi antar masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan dalam PRB.Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Kota Lama Semarang memang kota sederhana, namun bukanlah kota biasa.Meskipun integritasnya, dalam beberapa kasus, rentan karena pengabaian yang terjadi di masa lalu dan perkembangan perkotaan baru-baru ini, atribut-atributnya mempertahankan sebuah riwayat keaslian hidup yang patut diperhatikan untuk dijaga.”Untuk itu, sangat penting untuk memastikan adanya kegiatan konservasi, mengingat bahwa ancaman utama di Kota Lama disebabkan oleh karena perbuatan manusia, seperti banjir atau rob, kebakaran, penurunan tanah dan vandalisme,” katanya, belum lama ini.Wakil Walikota Semarang ini juga berterima kasih kepada pemangku kepentingan dan para mitra kerja yang terlibat, terutama kepada UNESCO untuk dukungannya yang tanpa henti, Unika Soegijapranata, BPK2L dan Pemerintah Kota Semarang.”Hanya dengan sistem manajemen yang terintegrasi melalui tata kelola yang baik dan partisipatif maka perlindungan kota pusaka ini dapat terus berjalan. Saya yakin bahwa semua itu tidak lain ialah demi mengejar tujuan bersama masyarakat Semarang untuk menempatkan Kota Lama Semarang pada peta, di mana Kota Lama Semarang mampu berdiri tegak dan tangguh,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI