Jadi Kota Tertangguh di Indonesia, Semarang Bertekad Tekan Polusi Udara

Oktober 23, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Terpilih sebagai satu-satunya Kota Tangguh di Indonesia bersama 99 kota lain di dunia, Walikota Hendrar Prihadi diminta menceritakan pengalaman dalam mengaplikasikan konsep Kota Berkelanjutan (Sustainable City) di hadapan pembicara maupun peserta International Conference on Indonesian Social & Political Enquiries 2018 yang dihelat di Hotel Grand Candi Semarang, Senin (22/10).Seminar internasional dengan tema “Asean Community for Sustainable Development in Indonesia“ ini dihadiri sejumlah pembicara internasional dan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.Pembicara tersebut diantaranya Prof Miguel Arnas Mexa Ph.D dari Universidade de Santiago de Compostela, Prof Emeritus Dato Dr.Abdul Rahman Embong dari Institute of Malaysian and International Studies dan Prof Ronald Lukens Bull.Di hadapan para narasumber dan peserta seminar yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi itu memaparkan potensi, tantangan serta kekuatan yang dimiliki Kota Semarang dalam mewujudkan kota berkelanjutan.Berbagai upaya dilakukan guna mewujudkan lingkungan yang ramah serta mampu mengakomodir kebutuhan seluruh warga Kota Semarang.Walikota Hendi menyampaikan, terdapat 17 standar indikator dari United Nation (UN) terkait Sustainable Development Goals (SDGS). Dari 17 indikator tersebut, ditemui satu kesulitan yakni terkait gas buang atau polusi udara.“Meski belum separah kota lainnya, namun perlu direm agar tidak semakin parah. Upaya yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan transportasi umum baik dengan BRT atau LRT yang akan mulai dikembangkan serta mempercantik pedestrian yang ada,” ungkap Walikota Hendi.Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan penggantian bahan bakar BRT yang semula menggunakan suplay energi dari bahan bakar solar akan diganti dengan gas. Bekerjasama dengan Toyama, akan dilakukan penggantian bahan bakar untuk 40 unit BRT di tahun ini dan selanjutnya untuk 8 koridor akan dilanjutkan pada tahun 2019.

Komentar

VIDEO TERKINI