Gelar Pengobatan Gratis, Taryo: Agar Masyarakat Lebih Mengenal PLN bukan Ketika Listrik Mati Saja

Oktober 23, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Bersinergi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) UP3 Semarang, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas), Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jateng menggelar pengobatan gratis di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, belum lama ini.Program Layanan Kesehatan Keliling (LKK) yang masih satu rangkaian untuk menyambut Hari Listrik Nasional yang ke-73 ini dipusatkan di Pelataran Mushalla Al Ikhlas.”Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendekatkan PLN dengan masyarakat. Semoga kegiatan ini benar-benar membawa manfaat untuk dan masyarakat lebih mengenal PLN bukan hanya ketika listrik mati saja,” ungkap Ketua YBM PLN UP3 Semarang, Taryo, Selasa (23/10).Senada dengan Taryo, Djoko Adhi juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan yang masih satu rangkaian dengan peringatan Hari Listrik Nasional ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya di Kelurahan Purwosari.Program LKK hari ini dibuka dengan acara seremonial yang dihadiri oleh segenap tokoh masyarakat dari Kecamatan Semarang Utara dan Kelurahan Purwosari.Antusias warga juga sangat terlihat sejak pagi. Mereka mengaku senang dengan kegiatan semacam ini. Beberapa warga bahkan sudah datang sebelum panitia dan tim medis datang.Tim medis yang didatangkan dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, berhasil menangani 104 pasien umum dan memberikan tindakan preventif untuk 50 balita.Selain konsultasi dokter, pada program ini juga disediakan layanan tensi dan cek lab sederhana yang meliputi asam urat, gula darah dan kolesterol.Sementara itu, mewakili Camat Semarang Utara, Nuryanto mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyelenggarakan kegiatan LKK.“Terima kasih kami ucapkan kepada YBM PLN UP3 Semarang dan IZI yang telah menyelenggarakan kegiatan pengobatan gratis di Kelurahan Purwosari. Semoga kegiatan ini dapat diperluas di wilayah kelurahan yang lain. Hal itu karena memang masyarakat di wilayah Semarang Utara sangat membutuhkan sentuhan dari berbagai pihak,” kata Nuryanto. (sen)

Komentar