Kemendikbud Datang, GTT/PTT di Wonogiri Akhiri Mogok

Oktober 11, 2018
Belum ada gambar

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Aksi mogok mengajar dan bekerja GTT/PTT (guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap) di Wonogiri berakhir, Rabu (10/10). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) langsung turun tangan mendengarkan aspirasi mereka. Hasilnya, tiga tuntutan mereka akan dibawa ke mendikbud untuk dibahas.Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud Jawa Tengah Hermanto mengatakan bahwa Mendikbud Muhadjir Effendy telah menugaskan perwakilan dari Inspektur Jenderal (Irjen) dan Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud untuk datang ke Wonogiri menemui para GTT/PTT. Hasil dari audiensi tertutup bersama GTT/PTT ini akan disampaikan ke Mendikbud.“Kami tampung dan akan kami sampaikan kepada Mendikbud. Pemerintah pusat tidak tinggal diam,” kata Hermanto kepada Jawa Pos Radar Solo usia pertemuan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Rabu (10/10).Meski demikian, dia mengingatkan bahwa memenuhi tiga tuntutan itu memerlukan proses. Pasalnya, pemerintah juga harus membahasnya bersama kementerian terkait dan parlemen.“Tidak bisa otomatis langsung jadi. Tapi perlu proses,” katanya.Tiga tuntutan yang mereka suarakan kepada pemerintah pusat itu yakni, cabut Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 yang dinilai merugikan guru dan pegawai honorer berusia 35 tahun ke atas. Stop rekrutmen CPNS lewat jalur umum. Kemudian menuntut diangkat menjadi CPNS tanpa syarat memberatkan lewat tes tertulis.Karena itu, kata Hermanto, perwakilan dari Kementerian yang datang belum bisa memastikan apakah tiga tuntutan itu bisa dikabulkan atau tidak. GTT/PTT diminta bersabar untuk menunggu keputusan dari pemerintah pusat.Di tempat yang sama, Ketua Forum GTT/PTT Wonogiri Sunthi Sari mengatakan, GTT/PTT di Wonogiri memutuskan mengakhiri aksi mogok mengajar karena tuntutan mereka telah didengar oleh pemerintah pusat.

Komentar

VIDEO TERKINI