Kekeringan di Sragen Meluas, 4.184 Ha Lahan Pertanian Terancam

Oktober 10, 2018

SRAGEN, RAKYATJATENG – Bencana kekeringan yang melanda wilayah eks Karesidenan Surakarta semakin parah. Kondisi ini seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Sragen. Ancaman kekeringan meluas dari 28 desa menjadi 34 desa.Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen sudah melakukan droping air bersih mencapai lebih dari 500 tangki.Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Sragen, Sugeng Priyono mengungkapkan, ancaman kekeringan ini kebanyakan terjadi di wilayah utara Sungai Bengawan Solo. Di wilayah tersebut warga sudah mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sehingga, mereka pun meminta adanya droping air bersih.“Ancaman kekeringan ini sudah terjadi di tujuh kecamatan. Dan sekarang jumlah desanya sebanyak 34 desa,” terangnya kepada JawaPos.com, baru-baru ini.Sugeng menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa-desa tersebut, BPBD terus melakukan suplai air bersih. Hingga saat ini, setidaknya sudah lebih dari 500 tangki air bersih didistribusikan untuk warga di beberapa desa.“Kalau dari BPBD sudah lebih dari 500 tangki, tetapi dari instansi lain juga melakukan droping air bersih. Jadi kemungkinan jumlah air bersih yang didistribusikan lebih banyak,” katanya.Saat ini pihaknya terus memantau perkembangan dari ancaman kekeringan yang melanda wilayah Sragen. Kekeringan di wilayah Sragen juga mengancam kelangsungan pertanian yang ada. Terlebih sampai saat ini sedikitnya 32 embung diketahui sudah mengering. Sehingga, para petani kesulitan untuk mendapatkan suplai air guna mengairi persawahannya. Kondisi ini mengancam lebih dari 4.184 hektar lahan pertanian yang ada.Tidak hanya embung saja yang mulai mengering, bahkan tiga dari tujuh waduk yang ada di Kabupaten Sragen juga sudah mulai mengering. “Tiga waduk yang mengering diantaranya Waduk Gebyar Botok dan waduk Gembong, ketiga waduk ini biasa untuk mengairi lahan pertanian seluas 4.184 hektare,” terang Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Supardi.

Komentar