Bencana Kekeringan Menghantui Jateng dan DIY

Oktober 9, 2018
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Bencana kekeringan berkepanjangan menghantui wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain kesulitan air bersih, dampak kekeringan juga mengancam lahan pertanian.Hingga Jumat (5/10) tercatat masih ada 233 kecamatan dan 850 desa di Jateng yang kekurangan air bersih. Sejauh ini, total 13.242 tangki air bersih telah dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, ratusan kecamatan dan desa itu berada di 30 kabupaten/kota terdampak bencana kekeringan. Buntut dari kemarau panjang, meski beberapa daerah sendiri satu dua kali sudah didatangi hujan.”Yang paling banyak dikirimkan dropping air bersih saat ini adalah Purbalingga. Karena beberapa area yang kena itu berada di area tinggi Gunung Slamet,” ujarnya saat dijumpai di kantornya, Jumat (5/10).Sampai hari ini, setidaknya sudah ada 2.094 tangki air yang dikirim ke sana selama bulan Juli hingga Oktober 2018 ini. Total ada 15 kecamatan dan 63 desa terdampak kekeringan di Purbalingga. “Kemungkinan area-area yang tinggi itu seperti kalau dibuat sumur itu memang agak susah. Kalau toh ada, daya peresapan airnya juga nggak bagus. Atau penahan airnya sudah berkurang banyak,” sambungnya.Adapun daerah dilanda kekeringan lainnya menurut data BPBD Jateng, diantaranya Kabupaten Blora dengan 10 kecamatan dan 86 desa terdampak, kemudian Kebumen 11 kecamatan dan 49 desa, serta Banyumas 12   kecamatan dan 42 desa. Masing-masing daerah tersebut telah menerima sedikitnya seribu lebih tangki berisikan air bersih.Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Rusmo Purnomo membenarkan bahwa sebagian wilayah yang terlanda kekeringan di Purbalingga berada di dataran tinggi. Namun ia memastikan bahwa tidak ada yang sifatnya paling parah, hampir semua merata.

Komentar

VIDEO TERKINI