Sudirman Said PeDe Targetkan Kemenangan 60 Persen untuk Prabowo-Sandi di Jateng

September 29, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Anggota tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said menilai Indonesia saat ini sedang mengalami permasalahan lemahnya kepemimpinan nasional sehingga perlu penyegaran kepemimpinan nasional di tahun 2019.Hal tersebut disampaikan pria yang merupakan Direktur Materi Debat Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu usai Deklarasi Relawan Barisan Nusantara di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (29/9).”Masalah yang cukup berat saat ini adalah lemahnya kepemimpinan nasional, apa buktinya? Dibuktikan dengan terlalu bongkar pasang yang terlalu sering untuk tim ekonomi di kabinet, kemudian adanya konflik terbuka yang menunjukkan lemahnya kepemimpinan nasional saat ini,” katanya.Disisi lain, kata Sudirman, saat ini persoalan ekonomi menjadi salah satu hal yang paling memprihatinkan, sehingga perlu penyegaran kepemimpinan nasional melalui pergantian di Pilpres yang digelar 17 April 2019 mendatang.”Dari 15 indikator ekonomi utama kita sesuai RPJMD, itu hanya tercapai 2, yang lainnya tidak tercapai. Atas dasar tersebut, mari kita segarkan kepemimpinan, lebih damai, lebih beradab, maslahat untuk masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Pak Dirman ini.Secara khusus, dia menargetkan kemenangan 60 persen untuk Prabowo-Sandi di Jateng. Dia meyakini angka tersebut atas dasar pengalaman Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng tahun 2018, dimana dirinya berhasil meraup suara 41 persen.”Kemarin sudah 41 persen, kalau kita kerja sedikit lagi insya Allah akan tercapai. Apalagi Pilgub kemarin ada gangguan di lapangan, DPT bermasalah, sosialisasi yang telat, sementara koalisi tiga partai sangat solid, yakni PKS, PAN dan Gerindra,” kata Menteri ESDM RI periode 2014-2016 itu.Ditambah, kata dia, kekuatan sosok Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat yang menambah kekuatan tersendiri. “Ditambah Demokrat, pak SBY adalah seorang ahli strategi,” tukasnya.

Komentar