Kolam Retensi di Muktiharjo Kidul Mampu Jadi Pengendali Banjir

September 29, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pada 2012 lalu, Kelurahan Muktiharjo Kidul di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, terdampak banjir besar dengan ketinggian mencapai 2 meter, khususnya di wilayah RW 12 dan 13.Untuk itulah, Walikota Semarang Hendrar Prihadi kemudian menginisiasi pembangunan kolam retensi di kedua RW tersebut pada 2014.Adapun lahan untuk membangun kolam retensi Muktiharjo Kidul itu merupakan lahan produktif berisi 42 petak tambak yang dikelola warga.Kini berselang 4 tahun setelah pembangunannya, Kolam Retensi Muktiharjo Kidul telah mampu berfungsi dengan baik sebagai pengendali banjir di wilayah paling utara Kecamatan Pedurungan itu.”Perkembangan Muktiharjo Kidul sudah sangat baik. Dulu sering rob dan banjir sehingga jalan-jalan rusak, alhamdulilah saat ini semuanya bisa kering. Doanya Mudah-mudahan kekeringan ini bisa dipertahankan sampai tahun-tahun yang akan datang,” kata Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu, Jumat (28/9).Tak berhenti sampai di situ, saat melakukan dialog dengan warga di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Walikota Hendi menegaskan walaupun telah menunjukkan kondisi yang positif, namu sejumlah project penanganan banjir di wilayah tersebut akan terus dikerjakan oleh Pemerintah Kota Semarang.”Beberapa program lain juga terus kami lakukan untuk wilayah Muktiharjo Kidul. Mulai dari pembersihan sungai, mengurai saluran-saluran dengan cara grativasi, hingga memabangun tanggul-tanggul di tahun 2019,” ungkapnya.Di sisi lain, Walikota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, selain aspek fungsional, ada aspek produktifitas juga yang dipertimbangannya dalam pengembangan Kolam Retensi Muktiharjo Kidul kedepan.”Ketika tujuan pembangunan Kolam Retensi sudah tercapai, selanjutnya kita memiliki tanggung jawab moril untuk mengembalikan lahan ini menjadi produktif kembali untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar,” tegas Walikota Hendi.

Komentar