Ganjar Janji Bedah Rumah Maestro Wayang Beber

September 29, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Kondisi rumah maestro kesenian wayang beber Hermin Istiyariningsih tak sebanding dengan prestasi yang telah dikoleksi. Sumpek dan alakadarnya.Sebab itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjanji merehab rumah tersebut agar sekaligus dapat dijadikan galeri seni yang layak.Itu diungkapkan gubernur saat berkunjung ke rumah Hermin di Kampung Wonosaren RT 4 RW 08 Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, kemarin (28/9).Selain menempati rumah sederhana, maestro yang akrab disapa Mbah Ning itu sedang dalam masa penyembuhan penyakit struk. “(Biaya pengobatan, Red) sudah di-backup KIS (Kartu Indonesia Sehat, Red), jadi tidak ada masalah,” ucap Ganjar didampingi Direktur RSUD Dr. Moewardi, Suharto Wijanarko dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih.Usai memastikan kondisi kesehatan Mbah Ning, Ganjar menyusuri sudut rumah. “Rumah ini harus dirombak total dan dibedakan antara ruang pameran dan ruang untuk tempat tinggal agar lebih nyaman. Kita benahi biar bagus dan lebih layak, tidurpun lebih nyenyak.Gubernur berencana menjadikan rumah Mbah Ning juga bisa dimanfaatkan untuk ruang seni terbuka bagi publik, tapi tidak menghapus fungsi sebagai tempat tinggal. Targetnya, masyarakat bisa melakukan workshop sekaligus piknik.”Saya butuh bantuan masyarakat. Jika ada mahasiswa arsitektur yang berkenan mendesainkan rumahnya menjadi galeri seni dan rumah tinggal, bisa kirimkan konsepnya ke saya. Nanti biar saya yang cari dana,” beber Ganjar.Mbah Ning menyambut baik rencana revitalisasi rumahnya. Dia berterima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap seniman seperti dirinya. Sebagai kenang-kenangan, Mbah Ning memberikan wayang beber kepada Ganjar.”Terima kasih Pak Ganjar sudah ditengok dan membantu merenovasi rumah ini. Saya harap aktivitas seni dan mahasiswa yang belajar di sini bisa makin baik dan lebih nyaman,” terang Mbah Ning.Merespons rencana revitalisasi rumah Mbah Ning, Camat Jebres Agung Riyadi segera berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta, serta memasukkanya di pembahasan musyawarah rencana pembangunan kelurahan dan kecamatan setempat.”Kami ikut mengupayakan wacana pak gubernur. Semoga bisa jadi destinasi (wisata edukasi, Red) baru,” ucap Agung. (rs/ves/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI