HUT KAI ke-73, Napak Tilas Jalur Rel Stasiun Brumbung-Stasiun Tanggung

September 26, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kereta Api ke-73 yang jatuh pada tanggal 28 September 2018 nanti, jajaran management PT KAI Daop 4 Semarang melaksanakan kegiatan seremonial berupa ‘Napak Tilas’ jalur rel sepanjang 11,6 km dari Stasiun Brumbung sampai dengan Stasiun Tanggung.Kegiatan napak tilas dengan berjalan kaki menelusuri jalur rel tersebut, diikuti oleh 70 orang pegawai PT KAI Daop 4 Semarang, yang dipimpin langsung oleh Kepala Daerah Operasi 4 Semarang, Yosita.”Kita sebagai generasi penerus insan kereta api, harus banyak bersyukur bahwasannya transportasi kereta api di Indonesia hingga saat ini terus mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Diharapkan nantinya, transportasi kereta api baik di sektor angkutan penumpang maupun angkutan barang, dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga nantinya, transportasi kereta api bisa menjadi tulang punggung bagi transportasi nasional,” kata Yosita disela-sela kegiatan napas tilas itu.Stasiun Brumbung dan Stasiun Tanggung merupakan bagian dari empat stasiun tertua di Indonesia, setelah Stasiun Semarang dan Stasiun Alas Tua.Dimana jalur ini pertama kali dibuka pada tanggal 10 Agustus 1867 dan merupakan jalur kereta api pertama yang beroperasi di Indonesia, pada lintas jalur rel dari Semarang-Tanggung yang berjarak 25 kilometer oleh Gubenur Jenderal Ludolph Anne Jan Wilt Sloet Van De Beele.Tercatat ada 16 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah antara Stasiun Brumbung-Stasiun Tanggung saat ini setiap harinya.Perjalanan kereta api tersebut terdiri dari 10 perjalanan KA penumpang dan 6 perjalanan KA barang.Adapun perjalanan kereta api penumpang yang melintas di wilayah Brumbung-Gundih diantaranya, KA Brantas relasi Stasiun Pasar Senen-Blitar (pp), KA Matarmaja relasi Stasiun Pasar Senen-Malang (pp), KA Majapahit relasi Stasiun Pasar Senen-Malang (pp), KA Kalijaga relasi Stasiun Semarang Poncol-Solo Balapan (pp) dan KA Bangunkarta relasi Surabaya Gubeng-Gambir (pp).

Komentar