Dekranasda Kota Semarang Sudah Bina 603 Pengrajin, Segini Omsetnya

September 20, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang yang dipimpin oleh Tia Hendrar Prihadi terus mendorong para pengrajin mengembangkan kreativitas dan kemampuan dalam bidang berbisnisSehingga ke depannya diharapkan dapat menjadi tiang penyangga ekonomi kerakyatan.Selama dipimpin Tia, sapaan akrab istri Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Dekranasda Kota Semarang yang terdiri dari pengrajin UKM, UMKM dan IKM tumbuh pesat menjadi 603 pengrajin dengan jumlah omset Rp 809.000.204.891 sampai Juni 2018 dan menghasilkan aset sebesar Rp 302.365.166.452.Banyak program dan inovasi yang dilakukan oleh Dekranasda Kota Semarang di dalam memfasilitasi semua pengrajin yang ada di Kota Semarang.”Setidaknya kita melakukan 4 program guna memfasilitasi para pengrajin, yaitu pendampingan, pelatihan, pemasaran dan pembiayaan”, ujar Tia, Kamis (20/9).Program pendampingan yang dilakukan mulai pendaftaran pengrajin melalui aplikasi Ijin Usaha Mikro Melalui Online (iJus Melon), IUMK sebagai tanda legalitas usaha dalam bentuk izin usaha, temu usaha, klinik bisnis dan pendampingan modal tambahan.Adapun pelatihan yang diberikan berupa pelatihan manajemen, akuntansi, brand packaging hingga pelatihan e-commerce, kewirausahaan dan business plan.Sementara pemasaran yang telah dilakukan berupa pemasaran produk fisik atau offline maupun online.Fisik melalui penyediaan ruang pamer dan promosi antara lain di Semarang Kreatif Galeri Kota Lama, Galeri Balaikota, Galeri Pasar Bulu, Pasar UMKM Srondol juga mengikutsertakan para pengrajin dalam pameran dalam negeri (Kriya Nusantara) maupun luar negeri (pameran di Belanda).Sementara pemasaran secara online dilakukan melalui website www.semarangkreatifgaleri.com, tokopedia.com, shopee, bukalapak, maupun e-commerce Jawa Tengah (Sadewa Market).“Selain itu kami juga mendorong pengrajin untuk memanfaatkan bantuan permodalan dari Pemerintah Kota Semarang berupa kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara (Wibawa) dengan bunga terendah se-Indonesia sebesar 3 persen per tahun,” ujar Tia.

Komentar