KPU Jateng Akui Sejumlah Daerah Kekurangan Gudang Logistik

September 17, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) kekurangan gudang penyimpanan logistik. Dari 35 kabupaten/kota, tercatat ada tujuh daerah yang tak mempunyai gudang. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian karena sudah menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, kendala ini disebabkan karena memang ketiadaan tempat. Gedung pemerintah tak ada yang lowong. Sementara gedung milik swasta sedang tidak ada yang bisa disewa.”Ada Cilacap, Batang dan beberapa lainnya. Jadi memang di beberapa kabupaten/kota, urusan gudang tidak semudah yang kami bayangkan. Kami ada duit, persoalannya yang disewa tidak ada,” ujar Joko saat dihubungi, Senin (17/9).Bahkan sebagian besar dari 573 kecamatan di Jateng juga tidak memiliki gudang penyimpanan logistik pemilu. Selama ini, KPU sering mengandalkan pendopo untuk menempatkan logistik.Padahal pada Pileg dan Pilpres 2019, KPU juga masih harus mencarikan solusi untuk soal bertambahnya tempat pemungutan suara (TPS) ”Sebelumnya, kami harus mengosongkan gedung pemerintah. Yang menganggur di bersihkan untuk dipakai. Dengan dua kali lipat TPS ini akan menjadi lebih berat,” ujarnya.Untuk hal ini, KPU Jateng telah berupaya melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga. Termasuk dengan organisasi masyarakat (ormas) dan mahasiswa yang dinilai memiliki potensi untuk dikerahkan. ”Saya harap teman-teman mahasiswa mau membantu. Insya Allah bisa terselesaikan,” imbuhnya.Selain kekurangan gudang logistik, persoalan lain adalah menyangkut ketersediaan tenaga di lapangan. Berdasar hasil simulasi, dua anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di tiap-tiap TPS dan bertugas mencatat manual sekian rangkap untuk sekian partai, butuh waktu 2×24 jam dalam merampungkan tugasnya.”Ini kan lama. Kalau yang di sana hanya dua (orang) bisa lama sampai dua hari. Kemarin kami simulasi dengan tujuh orang bisa menulis sampai subuh. Sehingga ini yang perlu kami carikan solusi,” cetus Joko. (gul/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI