Delapan Bulan, 720 Anak di Sulsel Menikah

September 17, 2018
Belum ada gambar

MAROS, RAKYATJATENG – Pernikahan anak di bawah umur di Sulawesi Selatan (Sulsel) terbilang cukup tinggi. Sepanjang delapan bulan pada 2018, tercatat ada 720 anak di bawah umur di Sulsel yang dinikahkan. Demikian menurut data Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulsel.Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Liestiaty F Nurdin mengungkapkan, Sulsel kerap menjadi sorotan pemberitaan baik skala lokal hingga nasional terkait pernikahan. Fenomena ini juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.”Ini tidak main-main. Kantor Urusan Agama (KUA), Pengadilan Agama, dan pemerintah setempat, jangan memberikan peluang untuk mereka,” kata Liestiaty dalam Deklarasi dan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Maros, Senin (17/9).Menurut Lies, perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu penyebab tingginya angka pernikahan anak. Untuk itu, anak harus diawasi dalam penggunaan gadget.”Pernikahan anak merupakan praktik buruk, karena mengancam tumbuh kembang anak. Pendidikan, kesehatan, dan kualitas keluarga mereka akan bersoal. Saat mereka hamil, rahimnya sebenarnya belum siap menerima jabang bayi,” terang Lies.Istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah itu menuturkan, Sulsel belum bisa digolongkan dalam kondisi darurat meski banyak disorot terkait pernikahan anak. Kendati demikian, seluruh stakeholder harus berkomitmen untuk tidak ada toleransi terhadap pelaku eksploitasi anak.”Menikahkan anak di usia masih muda juga kekerasan anak. Perempuan berpotensi pendarahan, melahirkan anak berkebutuhan khusus, menjadi korban eksploitasi seksual hingga KDRT. Tingginya usia perceraian juga bisa disebabkan pernikahan dini,” ungkapnya.Lies mengajak seluruh jajaran PKK dan organisasi kewanitaan untuk bersama-sama menyosialisasikan agar para orang tua tidak menikahkan anaknya di usia muda. Dimulai dengan membuat pemetaan, daerah mana saja yang rawan perkawinan anak.Dalam kunjungannya ke Kabupaten Maros, Lies juga menyambangi Tempat Penitipan Anak (TPA) di Kantor Bupati Maros. Serta mengunjungi sentra pembuatan dan pakaian pengantin adat di Sulsel. (rul/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI