Bank Century Lagi Hidup Mati

September 17, 2018
Belum ada gambar

Mungkin benar. Mungkin salah. Pengadilanlah yang akan menentukannya. Tapi sebelum menurunkan tulisan tersebut harusnya Asia Sentinel melakukan cross check. Ke yang terpojokkan di tulisan itu.Asia Sentinel tentu sudah sadar: berita itu bersumber fakta tapi sepihak. Dari dokumen gugatan saja. Yang menggugat adalah satu perusahaan investasi. Di republic Mauritius. Negeri surganya pajak. Siapa saja boleh bikin perusahaan di sana. Tanpa harus beroperasi di sana. Nama penggugat itu: Weston International Capital Limited.Yang digugat banyak pihak. Terutama lembaga keuangan dari Jepang: JTrust. Yang punya anak perusahaan di Indonesia: Bank JTrus Indonesia. Dalam dokumen gugatan itulah nama Indonesia terseret. Misalnya ada nama 30  pejabat. Yang dinilai melakukan konspirasi lewat Bank Century. Yang pejabat-pejabat itu umumnya dinilai sebagai tukang stempel saja.Ikut saja skenario konspirasi entah dari siapa. Mengapa JTrust digugat? JTrust adalah pemenang lelang. Saat saham bank Mutiara dijual. Di tahun 2013.  Bank Mutiara itu dulunya bernama Bank Century Tbk. Pemegang saham utamanya Robert Tantular.Bank Century nyaris kolaps. Saat terjadi krisis global. Di tahun 2008. Para nasabahnya tentu terancam kehilangan uang. Makanya Bank Century diselamatkan. Dengan dana dari LPS. Sebesar sekian triliun rupiah itu. Bank Century selamat. Menjadi milik LPS. Atau pemerintah.Lima tahun kemudian namanya diganti: menjadi Bank Mutiara. Gugatan itu menyebut, seperti ditulis John Berthelsen, salah satu nasabah Bank Century dulu adalah Partai Demokrat. Uang yang disimpan di situ, katanya, uang gelap. Tentu itu harus dibuktikan. Partai Demokrat sudah membantahnya.Ditunggu saja apa kata pengadilan. Kalau pengadilan Mauritius mau menerima gugatan itu. Bisa juga tidak mau. Peristiwa ini terjadinya kan di Jakarta. Pengadilan di sana bisa menolak menyidangkannya. Atau penggugat itu digugat saja. Biar buka-bukaan. Apa katanya nanti. Begitulah.

Komentar

VIDEO TERKINI