Bank Century Lagi Hidup Mati

September 17, 2018
Belum ada gambar

Koran pertama tempatnya bekerja adalah Sacramento Bee: bacaan saya setiap ke Sacramento. Ibukota California. Waktu itu. Kalau lagi nengok anak saya yang kuliah di sana. Dua jam bermobil dari San Fransisco. Tahun 2015 Berthelsen pernah disomasi wanita Malaysia: Rosmah Mansor. Agar minta maaf. Dalam 28 jam.Itu gara-gara Asia Sentinel menulis begini: Rosmah berusaha mengganti gubernur Bank Sentral Malaysia. Dengan pejabat baru dari kroni suaminya: Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Berthelsel bergeming. Tidak mau minta maaf. Tentu saja.Yang akan disomasi Partai Demokrat itu memang memojokkan. Judulnya sexy: Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy‘. Penulisnya: John Berthelsen sendiri. Judul itu tidak menuduh SBY pribadi. Melainkan pemerintahan SBY.‘Vast Criminal Conspiracy‘-nya juga pakai tanda kutip. Berthelsen wartawan kelas berat. Setelah di Sacramento Bee ia bekerja untuk koran terkemuka di dunia: Asian Wall Street Journal. Sebagai edisi Asia. Dari Wall Street Journal New York.Berthelsen sangat idealis. Ia pernah jadi wartawan perang. Meliput perang Vietnam. Selama delapan tahun. Ia mendirikan Asia Sentinel juga karena idealisme: Koran koran Barat kurang mau lagi mengcover Asia. Koran Barat semakin menjadi koran lokal. Itulah tuntutan masyarakat baru di sana. Juga di mana saja. Termasuk di Indonesia.Koran nasional hilang. Koran lokal terbilang. Karena itu Wall Street Journal menutup edisi Asianya. New York Times menutup International Herald Tribune-nya. Majalah Asiaweek tutup juga. Kantor biro mereka di Asia dikecilkan. Atau dibubarkan.Berthelsen bersama mantan wartawan-wartawan eks koran terkemuka itu mendirikan Asia Sentinel. Secara online. Tentu harusnya tidak ada yang  berang. Membaca berita Bank Century itu. Di Asia Sentinel itu. Berita itu bersumber dari dokumen gugatan perdata. Namanya gugatan. Bisa saja menguraikan apa saja. Dari versi penggugatnya.

Komentar

VIDEO TERKINI