Mari Kita Buat Sejuk Dunia Media Sosial Menjelang Pileg dan Pilpres 2019

September 5, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG - Divisi Humas Polri menggelar acara Literasi Media dengan tema "Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial" di Grand Candi Hotel, Semarang, Selasa (4/9).Acara yang dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, netizen, Kominfo Jateng, staf humas Polres Jateng dan wartawan media online di Jateng ini berlangsung meriah.Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmadja menyambut baik acara yang digagas oleh Divisi Humas Polri ini. Agus berharap dengan acara seperti ini, Jateng yang sudah kondusif akan semakin nyaman dan tenang."Jateng cukup kondusif dalam pelaksanaan Pilkada kemarin, dan semoga menjelang Pileg dan Pilpres 2019 nanti Jateng tetap aman dan kondusif," katanya.Pada sesi pertama, Kabag Diseminasi Informasi dan Digital Divisi Humas Polri Kombes Pol Heru Yulianto menyampaikan pentingnya menjaga diri dan bijak dalam bermedia sosial.Pihaknya meminta netizen jangan mudah terpancing berita bohong atau hoax, apalagi menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. Tentunya banyak sekali muncul berita-berita bohong yang beredar di media sosial."Dengan kegiatan ini, Divisi Humas Polri mengajak media online dan pengguna media sosial tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax yang ada. Mari kita buat sejuk dunia media sosial menjelang Pileg dan Pilpres 2019," ujarnya.Sementara pada sesi kedua, Wadir Reskrimsus Polda Jateng, AKBP Haryo Sugiharto SIK, MH menyampaikan tentang bahayanya jika menyebarkan berita hoax."Berita hoax yang buat oleh orang dan kelompok tertentu bertujuan untuk membuat kecemasan masyarakat, memunculkan kebencian dan permusuhan antar individu, pembunuhan karakter seseorang dan menimbulkan Disintegrasi bangsa," terangnya.Ia juga meminta kepada pegiat media sosial untuk berhati-hati dalam meneruskan pesan dan berita-berita yang belum tentu kebenarannya. "Apalagi terdapat unsur hate speech didalamnya, karena bisa berurusan dengan penegak hukum," pungkasnya.Para peserta tampak antusias mengikuti acara Literasi Media tersebut. Selain bisa mengetahui perkembangan media zaman now, mereka juga dapat menggali informasi melalui interaktif dengan para pembicara. Di acara ini juga digelar kuis dengan hadiah menarik. (sen/yon)

SEMARANG, RAKYATJATENG – Divisi Humas Polri menggelar acara Literasi Media dengan tema “Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial” di Grand Candi Hotel, Semarang, Selasa (4/9).Acara yang dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, netizen, Kominfo Jateng, staf humas Polres Jateng dan wartawan media online di Jateng ini berlangsung meriah.Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmadja menyambut baik acara yang digagas oleh Divisi Humas Polri ini. Agus berharap dengan acara seperti ini, Jateng yang sudah kondusif akan semakin nyaman dan tenang.”Jateng cukup kondusif dalam pelaksanaan Pilkada kemarin, dan semoga menjelang Pileg dan Pilpres 2019 nanti Jateng tetap aman dan kondusif,” katanya.Pada sesi pertama, Kabag Diseminasi Informasi dan Digital Divisi Humas Polri Kombes Pol Heru Yulianto menyampaikan pentingnya menjaga diri dan bijak dalam bermedia sosial.Pihaknya meminta netizen jangan mudah terpancing berita bohong atau hoax, apalagi menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. Tentunya banyak sekali muncul berita-berita bohong yang beredar di media sosial.”Dengan kegiatan ini, Divisi Humas Polri mengajak media online dan pengguna media sosial tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax yang ada. Mari kita buat sejuk dunia media sosial menjelang Pileg dan Pilpres 2019,” ujarnya.Sementara pada sesi kedua, Wadir Reskrimsus Polda Jateng, AKBP Haryo Sugiharto SIK, MH menyampaikan tentang bahayanya jika menyebarkan berita hoax.”Berita hoax yang buat oleh orang dan kelompok tertentu bertujuan untuk membuat kecemasan masyarakat, memunculkan kebencian dan permusuhan antar individu, pembunuhan karakter seseorang dan menimbulkan Disintegrasi bangsa,” terangnya.Ia juga meminta kepada pegiat media sosial untuk berhati-hati dalam meneruskan pesan dan berita-berita yang belum tentu kebenarannya. “Apalagi terdapat unsur hate speech didalamnya, karena bisa berurusan dengan penegak hukum,” pungkasnya.

Komentar