KPK bakal Periksa Anggota DPRD Malang secara ‘Berjamaah’

September 3, 2018
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan kepada sejumlah Anggota DPRD Malang, Senin (9/3). Para legislator tersebut bakal diperiksa terkait kasus yang menjerat 18 sejawatnya, serta Mantan Wali Kota Malang, Moch Anton.Sebelumnya Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di Malang. Penggeledahan untuk mendalami kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan soal pemeriksaan ‘berjamaah’ itu. Namun dia belum bisa merinci berapa total anggota dewan yang bakal diperiksa.”Hari ini memang ada agenda pemeriksaan terhadap sejumlah anggota DPRD Malang,” jelas Febri saat dikonfirmasi, Senin (3/8).”Namun saat ini belum bisa kami konfirmasi kapasitasnya. Jika tidak ada perubahan, sore ini akan disampaikan ke publik,” imbuhnya.Informasi yang dihimpun, ada sejumlah nama Anggota DPRD Malang yang akan menjalani proses pemeriksaan di KPK.Mereka adalah Asia Iriani (PPP), Indra Tjahyono (Demokrat), Choeroel Anwar (Golkar), Moh Fadli (Nasdem), Bambang Triyoso (PKS), Een Ambarsari (Gerindra), Erni Farida (PDIP), Syamsul Fajrih (PPP), Choirul Amri (PKS).Kemudian Teguh Mulyono (PDIP), Imam Ghozali (Hanura), Lektkol purn Suparno (Gerindra), Afdhal Fauza (Hanura), Soni Yudiarto (Demokrat), Ribut Haryanto (Golkar), Teguh Puji Wahyono (Gerindra), Harun Prasojo (PAN), Hadi Susanto (PDIP), Diana Yanti (PDIP), Sugiarto (PKS), Arief Hermanto (PDIP) dan Mulyanto (PKB).Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Wali Kota Malang periode 2013-2018 Moch Anton sebagai tersangka. Orang nomor satu di Kota Apel tersebut ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap senilai Rp 700 juta, terhadap 18 anggota dan Pimpinan DPRD Kota Malang.Suap dilakukan untuk memuluskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.Selain Anton, sebagai pihak penerima suap, sebanyak 18 Anggota dan Pimpinan DPRD Kota Malang juga turut ditetapkan tersangka.Mereka antara lain Wakil Ketua DPRD Malang periode 2014-2019, Zainudin; Wiwik Hendri Astuti, kemudian Anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 Suprapto; Sahrawi; Salamet; Mohan Katelu; Sulik Lestyowati; Abdul Hakim; Bambang Sumarto; Imam Fauzi; Saiful Rusdi; Tri Yudiani; Heri Pudji Utami; Hery Subianto; Ya’qud Ananda Budban; Rahayu Sugiarti; Sukarno. H. Abdul Rahman. (ipp/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI