Walikota Semarang Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Akpol, Ini Alasannya

Agustus 20, 2018
Belum ada gambar

Namun kondisi ketimpangan tersebut kemudian mampu dikendalikan pada tahun 2015. Tercatat di tahun itu Gini Ratio Kota Semarang turun di angka 0,31.Penurunan itu menjadi pencapaian yang positif jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jateng yang justru mengalami peningkatan ketimpangan masyarakat melampaui Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi di tahun 2015. Sebut saja Salatiga (0,35), Solo (0,36), Kendal (0,34), dan Demak (0,32).Walikota Hendi menyebut, jika kunci penurunan indek ketimpangan masyarakat tersebut merupakan hasil dari kebijakan mengubah konsentrasi kegiatan ekonomi di Kota Semarang yang semula dominan pada kegiatan industri menjadi perdagangan dan jasa.”Kebijakan untuk mendorong pembagian kue ekonomi menjadi lebih merata melalui pengembangan sektor pariwisata dan pemberian kredit murah menjadi faktor penting,” tegas Walikota Hendi.Di hadapan para taruna Akpol juga dirinya mengungkapkan bahwa penurunan ketimpangan masyarakat tersebut berbanding lurus dengan menurunnya angka kriminalitas di Kota Semarang.”Menurut data BPS, jumlah tindak pidana yang dilaporkan juga turun dari semula pada tahun 2013 ada 3.550 laporan dalam setahun, turun menjadi 2.788 laporan pada tahun 2015,” ungkapnya. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI