Usai Kerjasama Tiongkok, Semarang Gaet Malaysia untuk Kembangkan Wisata Religi

Agustus 19, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Tak dapat dipungkiri bila wisata religi menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada wisatawan untuk berkunjung di Kota Semarang. Bagaimana tidak, di kota lumpia tersebut berdiri dengan serasi rumah-rumah ibadah dari 6 agama di Indonesia yang masing-masingnya memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri untuk dikunjungi.Sebut saja Masjid Taqwa Sekayu yang dibangun pada tahun 1413 dan merupakan masjid tertua kedua di Indonesia. Selanjutnya juga ada Gereja Kristen tertua di Indonesia yaitu Gereja Blenduk yang dibangun pada tahun 1753.Tak hanya itu, lainnya seperti Gereja Gedangan, Pura Agung Giri Natha, Vihara Buddhagaya Watugong, Klenteng Sam Poo Kong dan rumah-rumah ibadah lainnya di Kota Semarang juga selalu ramai dikunjungi.Namun Wisata Religi di Kota Semarang tak hanya tentang rumah-rumah ibadah bersejarah saja. Ibu Kota Jawa Tengah tersebut juga menyimpan sejarah religi pada sejumlah lokasi petilasan serta makam-makam tokoh agama yang terdapat di Kota Semarang.Misalnya, petilasan Sunan Kalijaga di Goa Kreo Semarang, Makam Ki Ageng Pandanaran, Makam Al-Habib Hasan Bin Thoha Bin Yahya, Makam Kyai Sholeh Darat, hingga Makam Syekh Jumadil Kubro yang banyak disebut sebagai bapak dari Wali Songo.Guna mengembangkan daya tarik wisata religi tersebut, Walikota Semarang Hendrar Prihadi pun menjajaki sejumlah kerjasama dengan negara luar yang memiliki benang merah sejarah dengan Kota Semarang.Setelah sebelumnya menjajaki kerjasama dengan Tiongkok untuk mengembangkan wisata Sam Poo Kong, kali ini menjajaki kerjasama dengan Malaysia untuk mengembangkan wisata sejarah Wali Songo di Kota Semarang.Bertempat di Po Hotel Kota Semarang, Walikota yang juga akrab disapa Hendi tersebut menerima pengelola Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia, Minggu (19/8).

Komentar

VIDEO TERKINI