Sam Poo Kong Dipenuhi Lautan Manusia, Festival Cheng Ho 2018 Meriah Hingga Hari Ini

  • Bagikan

“Tradisi ini sudah lama. Dan masyarakat selalu mengapresiasi dengan baik. Mudah-mudahan bisa menarik wisatawan baik mancanegara maupun Nusantara dan menjaga akulturasi budaya,” tambah Esthy yang ikut memantau seluruh rangkaian acara tadi.Dia pun makin bersemangat. Makin pede. Keyakinannya, saat community sudah antusias, event rutin terjadwal setiap tahun, ada improvement, selalu ada perkembangan yang baru, maka itu sudah layak menjadi atraksi budaya yang bisa dipromosikan ke mancanegara. “Tentu harus dikoneksi dengan industry pariwisata, seperti airlines, hotel dan akomodasi, restoran – cafe, transport lokal, guide atau pramu wisata, juga atraksi destinasi yang lain,” urainya.Lantas bagaimana impactnya?Dari paparan juru bicara Sam Poo Kong, 10000 tiket yang dijual selama dua hari selalu sold out. Pedagang kaki lima kebanjiran order. Pasar Karetan yang ikutan pindah juga ikut kebagian rezeki. Itu belum termasuk hotel-hotel yang dijadikan tempat menginap bagi tamu yang datang.”Perayaannya sudah memiliki cultural value yang tinggi. Sudah punya commercial value. Yang paling penting, memberi dampak ekonomi kepada industri dan publik,” timpal Juru Bicara Yayasan Sam Poo Kong Semarang, Mulyadi.Menteri Pariwisata Arief Yahya yang pernah ikutan merayakan Festival ini 2016 silam langsung mengangkat emoji tiga jempol. “Jangan lupa terus promosikan dengan baik. Festivalnya sangat pas untuk originasi Tiongkok, atau pasar China. Ini penting sekali, orang Asia itu, ketika disentuh dengan kebudayaan dan sejarah masa lalu, hatinya bisa runtuh berkeping-keping. Mereka bisa jatuh cinta karena sejarah nenek moyang mereka,” kata Arief Yahya. (ags/lis/idp)

  • Bagikan