Dieng Culture Festival 2018 Ditutup dengan Pelepasan 5.000 Lampion

Agustus 5, 2018
Belum ada gambar

BANJARNEGARA, RAKYAJATENG – Malam puncak Dieng Culture Festival 2018 benar-benar luar biasa. Rasa rindu wisatawan terhadap event ini pun terobati. Terlebih saat sekitar 5.000 lampion diterbangkan. Langit sekitar Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menjadi sangat cantik dan semarak, Minggu (4/5) dini hari.Ribuan lampion beraneka warna yang diterbangkan pada rangkaian Festival Budaya Dieng 2018. Suhu dingin yang mencapai di bawah 10 derajat Celcius, tidak mampu menyurutkan minat wisatawan dan masyarakat untuk tetap berada di pelataran Candi Arjuna. Sambil menyulut api untuk menerbangkan lampion, ribuan wisatawan tanpa dikomando menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama istri, dan Bupati Banjarnegara Budi Sarwono, juga terlihat menerbangkan lampion dari atas panggung acara.”Malam ini Dieng indah, penuh dengan lampion. Warna-warni lampion dam dinginnya Dieng diharapkan bisa meredakan suhu politik menjelang Pilpres 2019,” kata Ganjar sambil memandang ke langit di atas Dataran Tinggi Dieng yang dihiasi ribuan lampion.Ganjar pun mendorong agar pelaksanaan Dieng Culture Festival selanjutnya bisa memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat setempat.”Banyak wisatawan yang datang bahkan hingga 2 sampai 3 kali. Mereka sudah menikmati jazz atas awan semalam. Acara ini selalu menarik dan orang selalu menunggu-menunggu. Kami akab dorong terus pariwisata sebagai potensi ekonomi baru,” ujarnya.Penerbangan ribuan lampion dilakukan serentak usai pentas musik bertajuk “Senandung Negeri di Atas Awan”.Pentas musik ini menampilkan beberapa grup musik lokal dengan bintang tamu penyanyi Hiroaki Kato dari Jepang dan Noe vokalis “Letto”. Kehadiran Noe yang sempat dirahasiakan panitia, membuat wisatawan kaget.Lagu-lagu andalan band Letto pun dibawakannya. Seperti “Sebelum Cahaya”, “Sandaran Hati”, hingga “Ruang Rindu”. Tanpa diperintah, wisatawan ikut bernyanyi. Dengan menggunakan bahasa Jawa, Noe yang merupakan anak pertama budayawan Emha Ainun Nadjib, sukses mengajak penonton berdendang.

Komentar

VIDEO TERKINI