Nikmatnya Lontong Tuyuhan dan Jejak Pecinan Rembang

Agustus 1, 2018
Belum ada gambar

REMBANG, RAKYATJATENG – Memburu kuliner lontong tuyuhan, adalah salah satu makanan khas bila sedang di Lasem, sebuah kota pecinan kuno di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.Jika Anda penasaran dan Ingin tahu rasanya, silahkan datang sendiri di pusatnya berada di tepi jalan desa beraspal jurusan Lasem-Pandan, tepatnya yang melintas di Desa Tuyuhan. Atau sekarang juga banyak penjual lontong tuyuhan di Daerah Pereng, di pinggir jalan raya Clangapan Rembang kearah Pamotan. Di situ banyak berjajar penjual makanan khas rembang tersebut.Sie Hwie Djan alias Opa Gandor, orang yang saya temui saat sedang melancong menuju Surabaya melalui Lasem. Opa Gandor adalah orang yang dituakan di kawasan Pecinan Lasem.Ia langsung bergegas mengeluarkan sepeda motor matic tuanya saat saya bilang ingin menjajal lontong tuyuhan. “Saya antar saja. Warung lontong tuyuhan itu adanya di dekat kebun tebu. Enggak ada angkutan umum,” tutur Opa Gandor.Sepanjang jalan menuju sentra penjaja lontong, ia memberi tahu lokasi-lokasi favorit wisatawan yang kami lalui. “Itu namanya Batik Pusaka Beruang. Pemiliknya adalah pengusaha bernama Santoso Hartono alias Pak San,” kata Opa Gandor sambil menunjuk salah satu rumah.Menurut Opa Gandor, Pak San adalah satu dari segelintir pebisnis batik yang bertahan di Lasem. Ia mengenang, pada era 1950-an, batik masih begitu berjaya di tanah kelahirannya itu. Kota Lasem begitu ramai pendatang saban hari. Orang dari mana pun, seperti Surabaya, Semarang, Kudus, Solo, berkunjung khusus untuk belanja batik.Namun mereka harus gigit jari pada era Orde Baru. Usaha batik meredup. Motif pun dibatasi. Pola khas Lasem yang memiliki corak pecinan seperti barong, naga, tulisan Mandarin dan sejenisnya tak boleh ‘terbit’. “Kredit rakyat khusus untuk pengusaha keturunan Cina dipersulit. Saya ingat betul,” kata Opa Gandor.

Komentar

VIDEO TERKINI