Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor di Kota Semarang Masih Tinggi

Juli 27, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Semarang memang menjadi kota yang berkontribusi besar dalam pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jateng. Makanya, persentase pendapatan Kota Semarang bisa mencapai 17 persen se-Jateng. Namun demikian, tunggakan pembayaran PKB juga tinggi.Kepala Bada Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jateng, Ihwan Sudrajat mengatakan bahwa besaran tunggakan di Jateng saat ini cukup besar. Bahkan, di Semarang hingga 30 Juni lalu, tunggakannya mencapai Rp 131 miliar.Besarnya tunggakan ini, kata dia, jika pihaknya dan Pemkot Semarang diam saja, sampai Desember bisa mencapai Rp 260 miliar. “Makanya kita harus bekerja keras dari sekarang,” katanya di Aula Balai Kota Semarang, Kamis (26/7).Terkait dengan keterlibatan camat dan lurah, Ihwan berpendapat hal tersebut sangat efektif untuk merangsang supaya masyarakat mau membayar. Namun, persoalan barunya adalah terlibatnya camat atau lurah dalam pemantauan pendapatan PKB ini, akan menambah jam kerjanya. “Nah, ini yang saya sampaikan ke Pak Sekda, harus difasilitasi,” katanya.Terkait hal tersebut, Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto menjelaskan, melalui camat atau lurah nantinya, pemerintah lebih mudah memantau dan mendapatkan tunggakan-tunggakan PKB. Agus mengakui, Kota Semarang membutuhkan pendapatan sebanyak mungkin, meskipun targetnya Rp 585 miliar.”Paling tidak tadi disampaikan Pak Ihwan, bisa didapat Rp 600 miliar. Karena itu, nanti kami membuat perintah tugas kepada camat dan lurah, walaupun ini sudah diberikan,” katanya.Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana menjelaskan jika sesuai dengan Pergub, maka target pendapatan PKB Kota Semarang sebesar Rp 485 miliar. Namun target yang diberikan mencapai Rp 585 miliar. Artinya, pihaknya harus mencari dan memenuhi Rp 100 miliar tambahan yang berasal dari tunggakan-tunggakan di Kota Semarang.

Komentar

VIDEO TERKINI