Tekan Kemiskinan, Rembang Pacu Pembangunan

Juli 27, 2018

REMBANG, RAKYATJATENG – Bupati Rembang, Jawa Tengah, Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto berkomitmen mengentaskan kemiskinan. Caranya dengan bekerja keras membangun daerah demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.“Membangun daerah bermuara ke kesejahteraan rakyat. Dan itu harga mati. Kesejahteraan itu tumbuh dengan pondasi pembangunan di segala bidang. Seperti semangat kami, ingin membuat Rembang makmur dan rakyat sejahtera,” kata Hafidz saat menyambut HUT ke-277 Kabupaten Rembang yang diperingati hari ini Jumat (27/7).Bupati mengatakan, untuk memberantas kemiskinan harus bekerja keras dengan semangat gotong royong yang tinggi. Semua ini demi terciptanya pemerataan ekonomi dan pelayanan publik ke seluruh pelosok.Berdasarkan data, penduduk miskin di Kabupaten Rembang pada 2016 mencapai 18,54 persen dari total penduduk. Pada periode ini, Rembang berada di peringkat lima tertinggi dari 35 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah.Meski angka kemiskinan masih tinggi, bupati optimistis bisa menurunkan angka kemiskinan dari 18,54 persen menjadi 11,5 persen pada 2021 mendatang. ”Sudah kami petakan semua potensi di Rembang. Kalau kami kelola dengan baik semua potensi itu, pencapaian angka 11,5 persen itu tidak mustahil terpenuhi,” ungkapnya.Selama tiga tahun memimpin Kabupaten Rembang, Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto telah meluncurkan berbagai program untuk menekan angka kemiskinan. Salah satunya, pembangunan jalan dan jembatan.Pemkab Rembang sengaja memprioritaskan pembangunan infrastruktur agar koneksi antardaerah berjalan baik. Harapannya, roda perekonomian lancar. “Makanya, kami mencanangkan program jalan tanpa lubang melalui pembangunan yang berkelanjutan dan targetnya bisa rampung di 2018,” terangnya.Bupati menambahkan, saat ini berbagai perusahaan besar ingin membangun usaha di Rembang. Di antaranya sudah mengawali membangun pabrik. Momen tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar angka kemiskinan segera turun.

Komentar