Hendi Klaim Sudah Bangun Puluhan Taman dan Belasan Lapangan Olahraga

Juli 27, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan bahwa pihaknya telah membangun puluhan taman dan sejumlah lapangan olahraga. Bahkan, tahun ini, dibangun lagi 16 taman dan 7 lapangan olahraga.”Tahun kemarin kita bangun 20 taman dan 5 lapangan olahraga, tahun ini kita bangun juga 16 taman dan 7 lapangan olahraga, itu bisa menjadi tempat berkumpul anak-anak di Kota Semarang untuk bermain mainan tradisional, sehingga tidak hanya disibukkan dengan gadget,” tutur Walikota yang akrab disapa Hendi ini.Walikota mengatakan itu saat menghadiri kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 tingkat Kota Semarang, dengan tema ‘Dolanan Sebagai Wadah Interaksi Sosial’ di Taman Budaya Raden Saleh Kota Semarang, Kamis (26/7).Orang nomor satu di Kota Semarang ini menegaskan pentingnya permainan tradisional untuk lebih dipopulerkan lagi kepada anak-anak. Dirinya beralasan, nilai-nilai moral yang terdapat pada berbagai permainan tradisional dapat membentuk karakter anak-anak menjadi lebih positif.”Tahu nggak artinya Hompimpa Alaihum Gambreng? Itu diambil dari bahasa Sansekerta artinya dari Tuhan kembali ke Tuhan, yang mana pesannya untuk kita agar selalu legowo,” terang Walikota Hendi.”Pernah lihat anak-anak kalah Hompimpa terus pukul-pukulan? Nggak ada kan? Kalah ya pasrah saja, legowo dan tetap tersenyum,” lanjutnya.Walikota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut menuturkan, jika selain Hompipa, masih ada raturan nilai-nilai moral yang bisa diajarkan melalui tak kurang dari 212 permainan tradisional yang ada dalam budaya Jawa.Contoh lain disebutkannya adalah permainan engklek dengan melompati 7 kotak, yang mana memberi pesan bahwa setiap hari dari Senin sampai Minggu setiap orang harus terus bekerja keras.”Maka kenapa tema peringatan Hari Anak Nasional 2018 di Kota Semarang adalah dolanan sebagai wadah interaksi sosial? Karena kami ingin anak-anak didorong secara serius untuk memainkan permainan tradisional. Ini adalah sebagai bagian dari upaya kami melakukan pembentukan karakter bagi anak-anak di Kota Semarang,” tegas Walikota Hendi.

Komentar

VIDEO TERKINI