Ini Alasan Ormas PGN Tolak Dakwah Ustad Abdul Somad di Semarang

Juli 26, 2018
Belum ada gambar

Apalagi, Mustofa menyebut, pihaknya mendengar kabar akan adanya demo oleh sejumlah orang. Yang pada aktivitasnya salah satunya menyuarakan kebebasan ideologi Islam milik mereka.”Ideologi Islam apa? Sudah jelas dasar negara kita itu Pancasila, dia mau bikin ideologi apa lagi? Kalau mau bikin ideologi itu kan berarti makar,” tuturnya. Oleh karenanya, disebutkannya PGN tergerak memertahankan dan memersiapkan perlawanan.”Bapak-bapak kepolisan dan tentara tadi sudah ketemu, intinya mereka tidak mau ada tabrakan. Tapi silakan kalau mereka mau memaksa (mengadakan acara dan mendatangkan Somad) dia jual, kita beli. Bahkan kita borong se-pabrik-pabriknya,” tandasnya.Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal menegaskan bahwa surat edaran tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang tetap. Sebab yang berhak melarang sesuai amanat undang-undang di negara ini hanyalah institusi Polri.Namun pelarangan yang dikeluarkan Polri kata Iqbal atas dasar pertimbangan keamanan demi kepentingan lebih besar. “Kalau yang lain tidak bisa (melarang), apalagi ormas (organisasi masyarakat) sama sekali tidak bisa (melarang),” tegas Iqbal di kantornya, Rabu (25/7).Iqbal menambahkan, saat ini Polda Jawa tengah sudah mengambil langkah-langkah dalam upaya preemtif dan preventif. Mereka telah menjembatani pihak yang melarang maupun pihak yang menyelenggarakan acara. “Yang jelas sampai saat ini belum ada rekomendasi. Namun akan ada komunikasi antar kedua belah pihak yang akan dijembatani Polda Jawa Tengah,” jelasnya.Ditegaskan Iqbal lagi, kalau sampai ormas PGN tetap memaksakan kehendaknya, maka pihaknya akan mengambil tindakan hukum. “Kalau sampai ada tindakan fisik dan lain-lain, maka kami akan menegakkan hukum apabila ada perbuatan pidana di situ,” pungkas Iqbal. (gul/dna/ind/JPC/indopos)

Komentar

VIDEO TERKINI