Ini Alasan Ormas PGN Tolak Dakwah Ustad Abdul Somad di Semarang

Juli 26, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG –  Surat yang berisi penolakan dakwah ustad kondang Abdul Somad di Kota Semarang beredar di kalangan wartawan di Semarang. Surat tersebut dibuat oleh Organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) Wilayah Jawa Tengah tertanggal 22 Juli 2018.Pada surat tersebut, tertulis bahwa PGN menyatakan penolakannya terhadap kehadiran Abdul Somad dalam sebuah acara Tabligh Akbar di Lapangan Leboh Raya, Pedurungan dan Majid Jatisari BSB, Mijen. Kedua acara tersebut masing-masing diadakan pada Senin hingga Selasa 30-31 Juli 2018 mendatang. Abdul Somad dihadirkan sebagai narasumber.Adapun sejumlah alasan ditolaknya kehadiran Abdul Somad. Surat itu menyebut kedatangan sang ustad berpotensi menimbulkan keresahan. Sebagaimana disebutkan dalam edaran itu, pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara itu dianggap sebagai corong dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).Surat itu juga menulis bahwa acara tersebut diselenggarakan oleh gerakan radikal. Yang berpotensi mendongkel Dasar Negara Pancasila dengan ideologi khilafah. Edaran ini ditembuskan ke Pangdam IV Diponegoro, Kapolrestabes Semarang, PGN Pusat dan beberapa unsur lainnya.Surat tersebut ditandatangani Panglima Tertinggi PGN Nuril Arifin Husein. Serta Ketua PGN Jawa Tengah, Mohammad Mustofa Mahendra.Saat dikonfirmasi, Mustofa membenarkan bahwa surat tersebut dikeluarkan oleh pihaknya. Ia pun tak menampik alasan dibuatnya edaran itu lantaran tak terlepas dari latar belakang Abdul Somad sendiri sebagaimana ia sebutkan sebagai antek HTI.”Somad itu kan HTI, kok masih diberi ruang. Yang namanya seseorang sudah menganut ideologi, ya tetap menganut ideologi itu. Walau mulutnya bilang sudah tobat. Buktinya napi teroris di Mako Brimob masih bisa membunuh,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (25/7).Ia pun menyayangkan pihak penyelenggara acara yang lebih memilih mengundang Somad, ketimbang kiai-kiai kondang lain di Jawa Tengah. Macam Gus Yusuf, Habib Luthfi dan tokoh-tokoh NU lain.

Komentar

VIDEO TERKINI