Dilantik Bupati, ASN di Rembang Diwejang Tak “Sekolahkan” SK

Juli 26, 2018
Belum ada gambar

REMBANG, RAKYATJATENG – Surat Keputusan (SK) pengangkatan untuk 168 ASN diserahkan oleh bupati kemarin. Bupati berpesan agar SK yang baru diterima itu tak langsung “disekolahkan”. Para ASN itu diharapkan bisa menjadi pelopor kedisiplinan di lingkungan kerja masing-masing.Kabar gembira yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Setelah resmi diangkat menjadi ASN, 168 orang menerima SK pengangakatan. Mereka terdiri dari 152 Pegawai Tidak Tetap (PTT) formasi bidang kesehatan dan 16 Tenaga Harian Lepas (THL) pertanian pusat.Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkapkan 168 ASN yang diangkat dan menerima SK telah melalui serangkaian tahapan. Seperti uji kelayakan baik jasmani, rohani dan keterampilan kerja.Ada konsekuensi yang harus dijalankan usai menerima SK pengangkatan sebagai ASN Pemkab Rembang. Status mereka resmi menjadi abdi negara. Mestinya mereka harus menguasai tugas pokok masing-masing. Taat dengan aturan yang mengikat ASN.”Konsekuensinya ya harus taat aturan. Karena sudah jadi abdi negara. Saya minta bertugas secara profesional.,” ungkapnya.Misalnya, sejak diangkat sebagai ASN mereka tak boleh pindah tugas selama lima tahun. Hafidz mengakui kebijakan itu memang subjektif. Namun, tujuannya untuk pengembangan karir ASN itu sendiri.Setelah tugas pokok dikuasai, kedisiplinan harus menjadi perhatian para ASN. Baik disiplin waktu maupun tugas. Menguasai tugas pokok dan disiplin jadi kunci profesionalisme ASN. Karena keduanya saling berkaitan.ASN harus bisa menjadi contoh bagi karyawan non-ASN di lingkungan kerja masing-masing. Terutama soal kedisiplinan kerja. ”Bisa menjadi contoh yang baik untuk pegawai  yang belum ASN. Terakhir, SK-nya kalau bisa jangan disekolahkan dahulu,” ujarnya. (ks/lid/ali/top/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI