PDAM Kabupaten Semarang Kunjungi Sumber Air Bersih Ngembat

Juli 24, 2018
Belum ada gambar

Hanya saja, dari luas aera tersebut, masih harus lebih ditingkatkan pemanfaatan areanya demi mendukung pendapatan PDAM Kabupaten Semarang, jelas mantan Komisioner KPU Kabupaten Semarang itu.Menurutnya, setapak demi setapak pelayanan PDAM kepada masyarakat mulai menunjukkan peningkatannya. Jika sebelumnya tidak ada tenaga penagih, kini telah disiapkan tenaga penagih kepada pelanggan. Bahkan, tenaga pencabut meteran sudah dipisahkan dengan tenaga penagih. Dari langkah ini, ternyata membawa hasil yaitu dapat meningkatkan laba hingga Rp 300 juta.”Dengan jasa petugas penagih ini, membuat efektifitas penagihan mengalami kenaikan menjadi 80 persen, yang sebelumnya hanya 70 persen, sehingga ada kenaikan sebesar 10 persen. Para petugas penagih ini ternyata mempunyai andil besar dalam peningkatan pendapatan PDAM,” ujarnya.Pada kesempatan tersebut, seusai mengunjungi Ngembat, kemudian dilanjutkan ke pabrik AMDK Sukabela di komplek PT Bayuadji Nusantara Industry (BNI) di Muncul, Banyubiru, Kabupaten Semarang. Air mineral Sukabela ini merupakan produk asli dari PDAM Kabupaten Semarang yang bekerjasama dengan PT BNI, yang selama ini telah memproduksi air minum dalam kemasan Java maupun Vit.”Kualitas airnya disini, ternyata menempati urutan kedua setelah sumber air di Pandaan, Jawa Timur. Dari kapasitas 1.146 litar per detik, hingga kini baru dimanfaatkan sebesar 2 persennya. Dari memproduksi air minum dalam kemasan “Sukabela” ini, dapat meningkatkan keuntungan penjualan yang mencapai Rp 10 juta per bulannya. Ini laba minimal dan kedepannya keuntungan ini harus dapat lebih meningkat,” tandasnya. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI