PDAM Kabupaten Semarang Kunjungi Sumber Air Bersih Ngembat

Juli 24, 2018
Belum ada gambar

UNGARAN, RAKYATJATENG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang, Dewan Pengawas bersama Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) PDAM Kabupaten Semarang mengkuti acara kunjungan lapangan di sumber air bersih Ngembat, Banyubiru dan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ‘Sukabela’ di PT Bayuadji Nusantara Indonesia (BNI), Muncul, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (24/7).Direktur Utama PDAM Kabupaten Semarang, Denny Ariawan SPsi MSi menyatakan, dalam kunjungan lapangan ini sengaja mengajak FKP PDAM dari masing-masing cabang di Kabupaten Semarang ini. Tujuannya, agar mengetahui secara langsung sejauh mana pemanfaatan air bersih dari sumber air di Ngembat maupun dapat mengetahui proses produksi air minum milik Kabupaten Semarang yaitu Sukabela.”Mungkin saja, kegiatan ini baru pertama kalinya dilakukan PDAM Kabupaten Semarang. Khusus kunjungan ke pabrik air mineral Sukabela ini, karena para pelanggan air PDAM dapat mengetahui proses produksinya dari awal hingga menjadi AMDK botol maupun galon. Sukabela ini adalah produk asli Kabupaten Semarang dan diambil dari sumber air yang kualitas airnya nomor dua di Indonesia setelah di Pandaan Jawa Timur,” katanya.Denny Ariawan menambahkan, khususnya sumber air di Ngembat yang airnya dimanfaatkan para pelanggan di Ambarawa dan sekitarnya ini, sangat tergantung dari aliran listrik. Pasalnya, untuk memompa air agar dapat mengalir harus menggunakan sumber listrik.Untuk itu, jika listrik padam maka aliran air pun akan mati. Air bersih dari sumber air Ngembat ini dialirkan kepada pelanggan di daerah Kelurahan Tambakboyo maupun wilayah Bawen.”Sekali lagi, kendala utamanya adalah aliran listrik, karena untuk menghidupkan genset serta memompa air di Ngembat ini harus menggunakan tenaga listrik PLN. Untuk kapasitas air bersih di Ngembat ini ada 72 liter per detik, dan yang dipakai hingga sekarang ini baru 42 liter per detik. Sehingga sisanya aliran air mengalir keluar dan luas areanya mencapai 7.000 meter persegi,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI