Antisipasi Difteti, Dinkes Kota Semarang Gelar Imunisasi di 2 Kelurahan

Juli 21, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Menanggapi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Difteri yang terjadi di Kelurahan Genuksari dan Bangetayu Wetan beberapa hari terakhir ini, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan telah melakukan imunisasi di daerah tersebut dengan batasan umur di bawah 12 tahun.”Mulai Jumat kemarin, Dinas Kesehatan sudah mengimunisasi anak-anak usia di bawah 12 tahun di seluruh kelurahan Genuksari dan Bangetayu Wetan. Ini dilakukan karena warga disana yang sering berinteraksi dengan penderita,” Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono, Sabtu (21/7).Lanjut Widoyono, upaya ini dinamakan dengan Outbreak Respons Immunization (ORI) yaitu upaya imunisasi dilakukan setelah KLB wabah Difteri, tanpa memandang status imunisasi. Dengan jalan imunisasi penyakit Difteri akan terlindungi.“Penyakit Difteri kalau sudah diimunisasi Insya Allah terlindungi bukan 100 persen ya tidak. Tapi Insya Allah perlindunganya ada. Penularan penyakit ini melalui kontak bicara dengan orang Difteri secara intens dan terus menerus,” terangnya.Sementara terkait dengan kasus penyakit Difteri, Widoyono mengungkapkan kejadian tersebut pernah terjadi di Kota Semarang tahun kemarin, di Kelurahan Mijen dan tahun 2014 di Kelurahan Dadapsari”Kasus ini pernah ada di tahun 2017 di daerah Mijen namun tidak ada korban meninggal dan tahun 2014 di Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara dengan korban meninggal kakak-adik,” ungkapnya.Imunisasi direspon positif salah satu warga Genuk Sari, Yani. Ia menuturkan telah membawa putranya yang berumur 9 tahun untuk diimunisasi Difteri. Menurutnya. Difteri ini bahaya apabila tidak diobati secara dini, salah satunya dengan imunisai.”Wabah Difteri menurut saya bahaya juga, namun kalau sudah diimunisasi penyakit ini sudah ada perlindungannya,” ungkap Yani.Sementara itu Walikota Semarang Hendrar Prihadi kembali menegaskan bahwa informasi yang viral melalui aplikasi WhatsApp (WA) yang menginfokan jika Kelurahan Genuksari di Kota Semarang masuk Zona Merah penyebaran penyakit Difteri tersebut adalah tidak benar.

Komentar

VIDEO TERKINI