Warga Miskin Jateng Turun 553 Ribu Jiwa

Juli 18, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah (Jateng) selama lima tahun terakhir cukup menggembirakan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir, jumlah orang miskin di Jateng terus berkurang.Terakhir berdasarkan data BPS, pada Maret 2017 lalu, kemiskinan Jateng masih di angka 13,01 persen atau 4 juta jiwa lebih. Pada Maret tahun ini turun menjadi 11,32 persen. Angka agregat pengentasan kemiskinan dalam rentang tersebut turun sebesar 553.520 jiwa.Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, penurunan angka kemiskinan yang tinggi ini berkat kerja keras semua pihak, utamanya pemerintah dari level pusat hingga desa.“Saya memang surprise saat diberikan data-data itu. Berarti kerja keras selama ini memberikan hasil dengan penurunan tertinggi,” ujarnya kemarin.Penurunan kemiskinan yang signifikan ini kata Ganjar, dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, adanya kesadaran untuk mengakui masih adanya angka kemiskinan yang tinggi di level kabupaten/kota hingga desa. Kedua, dilakukan pembahasan dan rapat secara terus-menerus sehingga memunculkan ide kreatif dari kabupaten/kota sebagai solusi pengentasan kemiskinan.“Karena tidak malu mengakui masih ada yang miskin, ini lalu muncul banyak ide. Dan tugas provinsi sebenarnya menstimulasi, memberi data dan sharing program apakah itu RTLH (rumah tidak layak huni), akses permodalan, pendidikan, maupun kesehatan,” terangnya.Ide kreatif itu salah satunya dilakukan Pemkot Surakarta terkait data warga miskin. Terobosan yang dilakukan yakni dengan mengunci data warga miskin serta melakukan update dan verifikasi setiap tiga bulan. “Saya apresiasi itu. Hal ini akan mendorong program bisa diberikan pada yang berhak,” terangnya.Pengentasan kemiskinan ungkapnya tidak bisa dilakukan secara instan. Hal yang masih terus diperbaiki yakni ketepatan data agar program dan perlakuan yang diberikan kepada warga miskin tidak meleset. Hal itu yang akan menjadi fokus guna percepatan pengentasan kemiskinan.

Komentar

VIDEO TERKINI