SKTM Kerap Disalahgunakan, Ganjar Usulkan Penggunaan Single Data Kemiskinan

Juli 17, 2018
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) kerap disalahgunakan saat pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Wali murid memanfaatkan SKTM agar anaknya bisa masuk di sekolah yang diinginkan.Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengusulkan single data kemiskinan dalam proses PPDB. Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenndikbud).”Saya sudah sampaikan kepada pak menteri agar menggunakan single data seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), jangan pakai SKTM,” terang Ganjar di sela melepas jamaah calon haji di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (17/7).Dengan menggunakan single data, maka polemik penggunaan SKTM tidak akan terjadi. Dari data yang ada, lebih dari 78 ribu SKTM yang disalahgunakan demi bisa masuk sekolah negeri.Selain itu, Ganjar juga mengkritisi mengenai kuota warga miskin (gakin) yang bisa ditampung di sekolah. Tidak adanya batas atas atau maksimal penggunaan SKTM, menjadi salah satu penyebab banyaknya warga yang akhirnya melakukan pemalsuan data untuk bisa mendapatkan SKTM.Seharusnya dalam Permendikbud ada batas maksimal. Sehingga dalam PPDB sekolah juga bisa melakukan pembatasan untuk Gakin. “Persentasi untuk gakin itu hanya ada batas minimal, yakni 20 persen. Sedangkan batas atasnya tidak ada. Seharusnya ada batas atasnya, atau kalau tidak harus ada klausul kalau batas atas itu diserahkan kepada daerah. Kami akan bikin aturan,” paparnya.Ganjar berharap, PPDB pada tahun depan sudah menggunakan single data kemiskinan dan tidak lagi SKTM. Sehingga polemik tentang SKTM tidak terulang kembali. (apl/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI