Walikota Hendi Dorong MKKS SMK Atasi Tantangan Generasi Milenial

Juli 12, 2018
Belum ada gambar

“Coba dibayangkan kalau warga Gunungpati bersama-sama menyekolahkan anaknya di SMP 3 wah lewatnya jalur yang panjang bisa menimbulakn kemacetan. Nah kemudian dengan zonasi ini yang lebih luar biasa sekolah-sekolah ini kemampuan anaknya jadi merata. Tidak hanya yang pintar-pintar di SMP 2, SMP 3 tapi karena sistem zona yang pintar yang tinggal di Gunung Pati di SMP 24, begitu juga di Mijen,” ujarnyaSementara Kepala Dinas Pendidikan Semarang, Bunyamin menambahkan sistem zonasi berbasis tempat tinggal merupakan kebijakan pemerintah pusat yang baru dilaksanakan di tahun ini berdasar Permendikbud Nomor 14 tahun 2018.Ia akan menghargai semuanya kemampuan, skill yang dimiliki siswa-siswi Semarang, tidak ada yang tidak bisa dihitung untuk menambah nilai zonasi.Di tahun ini juga, mulai dibuka sekolah inklusi Kota Semarang bagi anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga anak-anak tersebut akan bisa sekolah sama dengan anak-anak normal lainnya.”Hal ini merupakan keberanian agar pendidikan untuk semua bisa dirasakan untuk anak-anak tanpa terkecuali,” urai Bunyamin. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI