Dua Jamaah Calon Haji di Rembang Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya

Juli 10, 2018

REMBANG, RAKYATJATENG – Dua jamaah calon haji (Calhaj) yang terdaftar di Kementerian Agama Kabupaten Rembang gagal berangkat ke tanah suci. Keduanya gagal berangkat setelah meninggal dunia.Keduanya, Rochwidati dari Desa Mondoteko, Rembang yang sebelumnya dikabarkan sakit informasi terbaru meninggal dunia. Kemudian, Afwah Dimyathi, dari Desa Ngemplak, Lasem. Keduanya sama-sama dari kloter 183.Kabar kegagalan dua jamaah ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Athoilah usai mengisi acara penutupan manasik haji di Pendapa Museum RA Kartini kemarin. Menurut draf perencanaan sampai penutupan manasik haji masih tetap. Hanya yang sebelumnya dikabarkan sakit terakhir yang diterima meninggal. ”Praktis total yang berangkat 790 orang,” ungkapnya.Soal siapa yang akan mengisi kekosongan dua calhaj tersebut. Athoilah memastikan tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat ini. Karena harus menyiapkan persyaratan teknis yang cukup rumit. Diantaranya, karena harus menyiapkan kebutuhan paspor ataupun visa. ”Jadi tidak memungkinkan, sehingga kuota tetap dikembalikan ke nasional,” terangnya.Athoilah menambahkan, menginformasikan tahapan lanjutan ada penguatan karu karom. Rombongan yang terdiri 18 ketua, kepala regu sejumlah 102 petugas.”Masing-masing regu 10 sampai 11 petugas dan karomnya 45 personel, sehingga praktis ada 190-an petugas,” paparnya.Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sambutannya meminta kesiapan jamaah sebelum berangkat. Jangan sampai ada yang ketinggalan dan kesehatan diperhatikan. Karena ibadah haji hanya enam hari, selebihnya hanya pengembangan yang banyak.”Saya wanti-wanti siapkan tanggal 8 sampai 13 Dzulhijjah. Mulai kesehatan, tata cara ibadah maupun doanya,” ungkapnya. (ks/noe/ali/top/JPR)

Komentar