Ikan Petani Keramba Mati Mendadak di Sragen, Ini Penyebabnya

Juli 7, 2018
Belum ada gambar

SRAGEN, RAKYATJATENG – Kematian ikan secara mendadak tidak hanya terjadi di wilayah Boyolali, Jawa Tengah (Jateng). Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Sragen. Para petani keramba di Sragen bahkan harus menggeser keramba apungnya untuk menghindari serangan upwelling atau yang dikenal air putih.Seperti yang dilakukan Anton Setiawan, petani keramba di Dusun Boyolayar, Desa Ngargosari, Sumber Lawang, Sragen. Sejak kemunculan air putih, dia dan petani lainnya terus khawatir. Awalnya, keramba miliknya berada di Jatisongo, Sumber Lawang. Kini keramba yang berisi 40 kolam itu dipindahkan ke wilayah Boyolayar.”Kami harus menggeser keramba ini untuk menghindari air putih. Untuk menggeser keramba apung butuh waktu selama enam jam dengan didorong lima perahu besar,” terangnya, Sabtu (7/7).Beruntung, kematian ikan di Sragen tidak separah seperti yang menimpa para petani keramba di Wonoharjo, Boyolali. Meski begitu, petani keramba tetap masih waspada terhadap air putih. Mengingat keberadaannya tidak bisa diprediksinya.Demi menyelamatkan ikan-ikan di keramba, langkah menggeser keramba menjadi pilihan terakhir. “Kalau di pindah di sini relatif aman. Karena yang banyak terjadi di Jatisongo dan Boyolali,” terangnya.Ketua RT 27 Dusun Boyolayar Harwito mengatakan, kejadian yang menimpa para petani keramba di wilayahnya tidak separah seperti yang terjadi di Boyolali. Meski begitu, dirinya tetap terus memantau kondisi keramba untuk menghindari ancaman air putih.”Alhamdulillah tidak parah. Tetapi kami juga tetap waswas karena ini tidak bisa diprediksi,” ucapnya. (apl/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI