TK “Fun and Play” di Semarang, 80 Persen di Luar dan 20 Persen di Kelas

Juli 5, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Konsep bergerak bersama di dalam membangun Kota Semarang terus diserukan Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan ternyata mampu diterjemahkan dengan baik oleh masyarakat.Kali ini Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut memuji konsep tersebut dalam hal pendidikan yang diinisiasi pihak swasta, yang berbentuk TK Inklusi dan Klinik Tumbuh Kembang Anak “Fun and Play” yang berlokasi di Jatingaleh I Nomor 277B, Ngesrep Banyumanik Semarang.“Kami sangat mengapresiasi inisiasi pihak-pihak swasta yang membangun TK Inklusi. Ini merupakan salah satu konsep bergerak bersama yang saya idam-idamkan sejak lama untuk membangun kota Semarang agar menjadi lebih hebat. Semoga ide ini bisa ditiru warga saya di daerah Semarang lainnya,” kata Walikota Hendi saat membuka TK tersebut, Selasa (3/6).Dikatakan Walikota Hendi, bahwa memperoleh pendidikan adalah salah satu hak warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah maka dari sinilah harus bisa memberikan pendidikan terbaik bagi warganya.“Mendirikan sekolah merupakan bentuk pengabdian. Karena semuanya berdasar dari pengabdian dari tenaga pengajarnya yang lulusan S1 hingga S3, siswa-siswinya setiap tahun dibatasi hanya 15 orang agar menghasilkan siswa yang bagus dan terbaik dan uang gedungnya yang dipotong 50 persen agar tidak memberatkan orang tua yang akan memasukkan anaknya ke TK ini serta terbuka bagi siapa saja termasuk siswa berkebutuhan khusus sehingga saya rasa ini menjadi contoh pendidikan yang tidak membeda-bedakan,” urai Walikota Hendi.Ia pun menambahkan, agar tidak melupakan persoalan-persoalan mengenai tantangan yang harus dihadapi ke depan bagi putra-putri yang duduk di bangku sekolah. Terutama persoalan mulai dari dari narkoba, tawuran, seks bebas, gangguan ideologi yang disebarkan lewat media sosial.

Komentar