Mulai Langka, Ikan Asli Habitat Waduk Gajah Mungkur Harus Dibudidaya

Juli 5, 2018

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Ikan asli habitat Waduk Gajah Mungkur (WGM) hampir punah karena terdesak ikan hasil tebaran. Saat ini, pemkab belum mampu membudidayakan ikan asli WGM.Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Wonogiri Heru Sutopo menyebut, populasi ikan asli habitat WGM antara lain sogo, palung, lukas, dan sili merosot.”Terdesak ikan tebaran seperti patin dan nila,” katanya, Rabu (4/7).Fenomena tersebut sudah disampaikan Heru dalam pertemuan tingkat nasional maupun daerah agar ada upaya lebih serius mempertahankan populasi ikan asli habitat WGM.”Hanya saja, ikan yang hampir punah khususnya sogo belum bisa dibenihkan oleh badan litbang,” ujar dia.Saat ini, pihaknya hanya bisa menebar ikan hasil pembenahan badan litbang, seperti patin, nila, tawes, dan lele. Selain mudah dibenihkan, ikan jenis ini bernilai ekonomis.”Saat melakukan penebaran ikan, kita juga melihat nilai ekonomisnya. Ikan apa yang laku di pasaran,” terangnya.Salah seorang nelayan asal Baturetno, Sutarman mengamini bahwa ikan jenis sogo sudah mulai jarang ditemui. Yang biasa ditemukan hanya patin, nila dan tawes.”Kalau musim dingin seperti ini hanya dapat tawes, nila pun sedikit. Sudah lama sekali tidak dapat sogo,” ungkapnya.Sutarman dan nelayan lainnya berharap pemkab segera mencari solusi agar populasi sogo dan ikan habitat asli WGM tidak punah. Sebab, daging ikan tersebut gurih dan keset. Selain itu, nilai jualnya cukup tinggi. Mencapai sekitar Rp 30 ribu per kilogram. (rs/kwl/fer/JPR/JPC)

Komentar