Dianggarkan Rp3 Miliar, Pasar Ngancar Boyolali Direhab

Juli 5, 2018
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Rehabilitasi pasar-pasar tradisional terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Kali ini giliran Pasar Ngancar di Desa/Kecamatan Banyudono yang akan direhab. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Karsino mengatakan, rehab diperkirakan memakan anggaran Rp 3 miliar.”Dananya dari APBD Boyolali 2018 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Rehab pasar tradisional sudah menjadi komitmen Pemkab Boyolali dan pemerintah pusat. Tujuannya agar pasar tradisional semakin representatif. Karena pasar tradisional adalah pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Karsino kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (4/7).Saat ini, masih dilakukan upaya pemindahan pedagang ke pasar darurat. Pasar darurat memanfaatkan Lapangan Desa Banyudono yang hanya berjarak 50 meter dari pasar.”Setelah pedagang pindah, pasar langsung dibongkar dan dibangun lagi,” beber Karsino.Diperkirakan, jumlah kios akan diperbanyak. Dari awalnya hanya 19, nantinya setelah rehab bakal meningkat jadi 27 kios.”Lantai pasar akan ditinggikan untuk mencegah banjir. Bangunan pasar agak digeser ke belakang agar parkir pengunjung tidak mepet Jalan Raya Solo-Boyolali,” ujar Karsino.Eko, 58, seorang pedagang Pasar Ngancar tak keberatan dengan revitalisasi ini. Menurutnya, pembangunan pasar bertujuan agar aktivitas perdagangan jadi nyaman dan bersih. ”Mudah- mudahan nanti pasarnya semakin ramai. Para pedagang boyongan ke pasar darurat 15 Juli,” tuturnya. (rs/wid/fer/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI