Kasus Asmara Berdarah, Satu Tewas, Satu Kritis

Juli 4, 2018

CIREBON, RAKYATJATENG – Kasus pembunuhan bermotif asmara di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon dengan tersangka AF (18) beberapa waktu memasuki babak baru. Selasa (3/7) kemarin polisi menggelar rekonstruksi (reka ulang) kasus tersebut. Hal itu untuk melengkapi berkas kasus tersebut sebelum dilimpahkan ke kejaksaan untuk penuntutan.Rekonstruksi digelar di lokasi berbeda dengan lokasi terjadinya kasus pembunuhan tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jika rekonstruksi digelar di TKP.Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto melalui Kasat Reskrim AKP Kartono Gumilar mengatakan, rekonstruksi dilakukan di salah satu rumah dinas anggota kepolisian di Aspol Sumber. “Kita laksanakan di tempat yang aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diingikan. Hadir semua dari pihak kejaksaan, dan tim penasehat hukum tersangka,” terangnya.Dalam rekonstruksi tersebut total ada sekitar 19 adegan yang peragakan. Hal tersebut sesuai dan cocok dengan keterangan tersangka. “Semuanya sesuai. Tidak ada penambahan adegan. Total ada 19 adegan. Untuk motif kuat karena persoalan asmara,” imbuhnya.Penasehat hukum tersangka, Darmaji SH MH mengatakan, jika pihaknya mendapat mandat penunjukan untuk mendampingi tersangka. Karena tuntutan hukuman yang dihadapi oleh tersangka di atas lima tahun.“Tersangka kita dampingi, dan kita berikan pemahaman tentang hak-haknya,” jelas Darmaji.Menurutnya, dari berkas yang diterima tersangka dijerat pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana. Sampai dengan saat ini proses advokasi yang ia lakukan dan timnya masih berjalan dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan.Terpisah, berdasarkan informasi sumber di internal kepolisian, motif yang melatarbelakanginya adalah cemburu dan emosi setelah diputuskan oleh sang pacar. Bahkan dalam insiden tersebut sang pacar menerima beberapa luka akibat senjata tajam tersangka. Termasuk tusukan pada bagian pundak dan sayatan pada lengan.

Komentar